DaerahKota Cilegon
Trending

PPKM Darurat Diperpanjang, Lurah di Cilegon Bersiap Rogoh Kocek Lagi untuk Operasional Posko

CILEGON, BANTEN RAYA – Pemerintah pusat resmi memeprpanjang Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga 25 Juli mendatang. Terkait hal itu, sejumlah lurah mengaku harus kembali merogoh kocek pribadinya untuk kepentingan operasional posko tingkat RW. Sebab, hingga kini belum semua kelurahan menerima anggaran operasional posko tingkat RW.

Pantauan bantenraya.com di sejumlah kelurahan, beberapa posko sudah bubar. Selain anggaran posko PPKM darurat tingkat RW baru beberapa kelurahan saja yang sudah mencairkan. Beberapa yang lainnya masih dalam proses kontrak dengan pihak ketiga atau penyedia.

Salah satu lurah yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan, jika PPKM darurat diperpanjang maka dirinya bersiap kembali merogoh kocek pribadi. Sebab, operasional posko yang sudah ada saat ini didanai dari talangan terlebih dahulu.

Meski dana operasional sudah dibayarkan namun anggarannya minim yakni hanya Rp13 juta per posko. Angka itu dinilai cukup kecil sehingga tetap mengalami kekurangan dan harus ditombok pihak kelurahan.

“Ya pasti yang bonyok lagi lurah kalau diperpanjang. Sebab, kontrak pihak ketiga untuk mamin (makan dan minum) dan tenda hanya 15 hari saja atau selama PPKM darurat pertama. Itu juga minim anggarannya,” katanya kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).

Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel

Pria ini menjelaskan, dirinya sebenarnya siap-siap saja melakukan perintah pimpinan. Namun, lagi-lagi tentunya butuh operasional yang tidak sedikit, terlebih jika di satu kelurahan jumlah RW-nya cukup banyak.

“Tentu jika dianggarkan butuh proses. Beberapa kelurahan yang peduli dengan pengendalian Covid- 19 akan tetap mempertahankan. Namun, jika tidak maka akan bubar seperti di beberapa tempat,” jelasnya. (uri) 

Related Articles

Back to top button