DaerahKota Cilegon

Proyek JLU Cilegon Rp7 Miliar Dikerjakan hanya 25 Hari

CILEGON, BANTEN RAYA – Proyek pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) Kota Cilegon kembali berlanjut. Di pengujung tahun 2020, Pemkot Cilegon melakukan pembangunan badan jalan STA 01+700 hingga STA 02+400 yang berlokasi di Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. 

Pantauan Banten Raya, Selasa (15/12/2020) di papan proyek, tertera proyek pembangunan JLU dimulai pada 27 November 2020 dan dijadwalkan selesai 21 Desember 2020. Sementara, volume pekerjaan memiliki panjang 775 meter dan lebar 20 meter. Nilai kontrak sebesar Rp7. 473.877.948,00. Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon 2020. Sebagai pelaksana adalah PT Pilar Indo Sarana. 

Di lokasi proyek yang berada di Jalan Kubang Laban, Kekurahan Panggungrawi, terdapat sejumlah alat berat dan truk pengangkut material tanah. Puluhan pekerja juga terlihat sedang melakukan pengerjaan pondasi badan jalan. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon Ridwan mengatakan, pelaksanaan proyek dilakukan di akhir tahun lantaran proses lelang baru selesai November 2020 lalu. “Kita minta perusahaan untuk menyelesaikan dengan waktu kontrak kerja,” katanya, Senin (14/12/2020). 

Dikatakan Ridwan, pembangunan yang dilakukan saat ini merupakan pematangan lahan JLU untuk wilayah Panggungrawi. Sebelumnya, pematangan lahan juga telah dilakukan di Kelurahan Purwakarta, Kecamatan Purwakarta dan di Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol. Pembangunan JLU merupakan program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021. “Itu merupakan program prioritas. Kita juga meminta pendampingan Kejati Banten,” kata Ridwan. 

Menurut Ridwan, proyek tersebut baru bisa berjalan pada APBD Perubahan 2020 karena sebelumnya proyek pembangunan fisik di DPUTR Kota Cilegon juga terdampak refocusing anggaran akibat adanya pandemi Covid-19. Pihaknya telah meminta kepada kontraktor untuk mengejar waktu pengerjaan. “Saya sudah minta agar manpower, peralatan harus lebih untuk mengejar waktu,” katanya. 

Ridwan mengaku progres pembangunan cukup bagus. Ia berharap, progres pembangunan bisa selesai tepat waktu. “Sedikit kendala soal hujan. Waktu itu kita sudah minta pekerjaan dilakukan secara shift, pagi sampai sore dan sore sampai malam, agar bisa selesai tepat waktu,” ujarnya. (gillang)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp