DaerahKota Cilegon

Soal Kerumunan, Transmart Cilegon Salahkan Warga

CILEGON, BANTEN RAYA – Manajemen Transmart Cilegon menyalahkan warga atas kerumunan yang kerap terjadi di pusat perbelanjaan yang ada di Jalan KH Yasin Beji, Kelurahan Kebondalem itu. 

HR Operational Regional Manajer Transmart Lesmana mengatakan, sejak awal buka, Transmart Cilegon telah mematuhi prokes yang diminta pemerintah. Adanya kerumunan di pintu masuk, menurutnya karena kurang tertibnya pengunjung sendiri. 

“Petugas kita sudah sering kali mengimbau pengunjung untuk menjaga jarak. Kami juga sudah membatasi jumlah pengunjung maksimal 1.250 orang. Kami juga diminta membuat tenda antrean biar tidak membludak sudah kami lakukan,” cetusnya, kemarin. 

Terpisah, DPRD Kota Cilegon meminta Satuan Tugas Covid-19 Kota Cilegon untuk tidak tebang pilih terkait dengan penegakan protokol kesehatan, salah satunya di Transmart. 

“Jangan hanya pertimbangan ekonomi semata, faktor kesehatan diabaikan. Kalau pun faktor ekonomi menjadi alasan, juga seharusnya asas ekonomi yang berkeadilan dengan memberikan kesempatan usaha juga kepada pelaku usaha lain,” kata Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik di gedung DPRD Kota Cilegon, Senin (21/12/2020).

Hasbi mengatakan, harus ada solusi dari kerumunan yang terus terjadi. Jika tidak, satgas harus tegas mengambil tindakan. “Ditinjau ulang operasionalnya, kalau perlu ada tindakan tegas jika masih berkerumun,” katanya. 

Ia khawatir jika terus dibiarkan, di masa libur panjang 23-27 Desember, kerumunan akan kembali membludak. “Minggu ini kan ada libur panjang, ini harus dipikirkan, kalau memang ada pembatasan pengunjung, harus tegas,” katanya.

Senada dikatakan Ketua Komisi I DPRD Kota Cilegon Hasbudin. Ia mengatakan, untuk apa ada Perda Penanggulangan Covid-19, jika protokol kesehatan terus diabaikan. “Kita meminta agar Satpol PP bisa tegas ketika perda sudah mulai berlaku. Mungkin bisa efektif berlaku Januari 2021, karena setelah disahkan perda tersebut harus dibawa ke Pemprov Banten terlebih dahulu,” katanya.

Walikota Cilegon Edi Ariadi meminta Satpol PP tegas jika kerumunan di Transmart terus terjadi. “Masyarakat jangan nyalahin kita aja. Tutup, katanya, tutup, itu kan buat mereka yang UMKM juga, harus sama-sama,” katanya. 

Edi sendiri mengaku telah memanggil manajemen Transmart Cilegon. Pihaknya juga sudah meminta pembatasan pengunjung per lantai. “Harus ada checker di setiap lantai biar tidak membludak,” tuturnya.

Saat disinggung car free day (CFD) yang masih tutup, sementara Transmart dibuka, Edi sewot. “Mau ngebela siapa? Kalau media mau nyuruh saya ngebuka, nanti saya buka. Kalau wartawan menyuruh saya, nanti saya buka (CFD),” katanya seraya meninggalkan awak media.

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono mengatakan, pihaknya sudah memanggil manajemen Transmartdan meminta mereka membuat surat pernyataan untuk menegakkan prokes. “Sudah bikin surat pernyataan, bikin tenda buat antrean, biar yang mau masuk antre sama menghitung berapa yang masuk. Kalau di setiap lantai sudah 250 orang, harus di setop,” kata Sigit.

Sigit beralasan manajemen Transmart telah mengimbau ke pengunjung untuk menjaga jarak. “Kami juga meminta masyarakat mendukung. Jangan kita satgas saja yang bekerja, tetapi masyarakat tidak tertib. Kami imbau kalau tidak penting-penting banget ya tidak usah bepergian,” katanya.

Pantauan Banten Raya, Senin (21/12/2020), suasana di Transmart Cilegon tidak begitu penuh. Kondisi tersebut berbeda dengan sehari sebelumnya, dimana antrean membludak tanpa jarak di pintu masuk Transmart. Pengunjung yang masuk diperiksa suhunya serta diwajibkan memakai masker.

Diberitakan sebelumnya, Transmart Cilegon lagi-lagi diserbu warga Minggu (20/12/2020). Tidak hanya ramai, kerumuman tersebut tak mengindahkan protokol kesehatan Covid-19 seperti jaga jarak.( gillang)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: