Ekonomi & BisnisKota Cilegon

Sulit Mencari Kerja, Pemuda Ini Beralih Menjadi Pengusaha

CILEGON, BANTEN RAYA – Suntomi (30), warga Lingkungan Cipaot, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon memulai karirnya menjadi pengusaha dengan menanam sayuran hidroponik. Hal ini ia lakukan karena kesulitan mendapatkan pekerjaan di tengah pandemi Covid-19.

Kebun yang diberi nama Tomifarm ia dirikan di akhir tahun 2020. Saat ini kebun itu sudah memiliki 1.200 lubang dengan penghasilan dalam satu kali panen mencapai Rp1 juta. Dengan keterbatasan modal disertai kemampuan otodidak, ia membangun kebunnya.

“Awalnya saya merasa sulit sekali mendapatkan pekerjaan, dengan kemampuan otodidak, saya beranikan diri untuk membangun kebun hidroponik,” kata Suntomi kepada Banten Raya saat ditemui di Tomifarm, Jumat (26/2).

Suntomi mengatakan, saat musim panen tiba banyak sekali permintaan masyarakat, terutama pada sayuran pakcoy. Namun ia belum dapat memenuhi permintaannya karena kebun yang ia miliki terbatas.

Sistem yang ia gunakan dalam menanam sayuran hidroponik merupakan sistem rakit apung generasi ke-4. Sistem ini hanya menggunakan styrofoam dan pompa venturi. Baginya sistem ini cukup efektif untuk mendapatkan hasil terbaik sayuran hidroponik.

“Dengan sistem ini saya bisa panen 1 bulan sekali,” kata Suntomi.

Selain pakcoy, sayuran jenis lainpun ia tanam seperti selada merah dan selada keriting. Namun hingga saat ini ia masih fokus menanam sayuran jenis pakcoy untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Untuk saat ini saya hanya menjual sayuran kepada masyarakat, karena di masyarakatpun permintaan cukup tinggi.” (mg-predy)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp