DaerahKota Cilegon
Trending

Tabrak Aturan, 14 Diskotek di Cilegon Digembok Satpol PP

CILEGON, BANTEN RAYA- Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon kembali menyegel tempat hiburan malam (THM). Kali ini ada 14 diskotek yang ditindak tegas dengan cara digembok. Hal itu dilakukan setelah adanya Instruksi Walikota Cilegon dan DPRD Kota Cilegon setelah Rapat dengar pendapat pada awal pekan lalu. 

Pantauan Banten Raya, saat patroli Sabtu (16/1/2021) malam memang tidak ditemukan adanya THM yang beroperasi. Namun, Dinas Satpol PP Kota Cilegon bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon didampingi TNI dan Polri menutup 14 THM secara permanen dengan cara menggembok menggunakan rantai besi. Hal itu lantaran operasional THM berupa diskotek dinilai menyalahi aturan perizinan dan juga kerap ditemui beroperasi di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

14 THM itu sering kedapatan menyalahi aturan penyelenggaraan hiburan yang diatur Perda Nomor 2 Tahun 2003 tentang Perizinan Penyelenggaraan Hiburan. Kemudian juga Perda Nomor 5 Tahun2001 tentang Pelanggaran Kesusilaan, Minuman Keras, Perjudian, Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya. 

Selain itu, THM juga beberapa kali ditemui beroperasi di masa pandemi Covid-19 yang menyalahi Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 40 Tahum 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Perwal Cilegon Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. 

Sepekan sebelumnya, Dinas Satpol PP Kota Cilegon juga menyegel dua tempat hiburan yaitu Regent yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang. Selanjutnya, THM King’s yang berada di Jalan Lingkar Selatan (JLS) kilometer 0, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Jombang. 

Kepala Dinas Satpol PP Kota Cilegon Juhadi M Syukur mengatakan, kegiatan penutupan yang dilakukan petugas gabungan ini merupakan instruksi Walikota Cilegon dan dorongan DPRD Kota Cilegon soal keresahan masyarakat terkait keberadaan THM di wilayah Kota Cilegon. Terutama saat masa pandemi Covid-19 dan kerap melanggar protokol kesehatan.

“Menurut Disparbud (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan), spesifikasi daripada hiburan diskotek itu tidak ada izinnya. Dan kondisi Covid juga, semua tempat hiburan dilarang buka (beroperasi-red),” kata Juhadi kepada awak media, Minggu (17/1/2021) dinihari. 

Penggembokan yang menggunakan rantai besi, kata Juhadi, bersifat permanen dan akan selalu diawasi petugas. Apabila ditemukan perusakan terhadap segel atau gembok tersebut petugas akan mengambil jalur hukum dengan melaporkan ke kepolisian.

“Jadi permanen, nanti dari anggota kami ada pengawasan. Dari pengawasan ini jika ada terindikasi segel dicopot, gembok dibuka, berarti kita laporkan kepada kepolisian,” tegasnya.

Juhadi menambahkan, ada sekitar 28 THM di wilayah Kota Cilegon. Namun pihaknya baru menyegel dan menggembok 14 THM yang sering melanggar aturan. “Iya, pernah ditegur jam tayang (jam operasional-red) dan sebagainya, saya kira sudah ada data-databasenya bahwa mereka melanggar,” tegasnya. (gillang)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp