DaerahKota Cilegon
Trending

Tarif Bus AKAP Naik Drastis Jelang Lebaran, Rute Merak-Madura PO Haryanto Tembus Rp670 Ribu

CILEGON, BANTEN RAYA- Meski ada larangan mudik, tampaknya tidak menghalangi niat sebagian warga untuk pulang ke kampung halaman saat Hari Raya Idul Fitri nanti. Banyak warga yang telah memesan tiket dari jauh-jauh hari meski tarif bus yang ditawarkan mengalami kenaikan cukup tinggi.

Di Terminal Seruni Kota Cilegon, sebagian loket penjualan tiket bus antarkota antarprovinsi (AKAP) telah membuka pesanan untuk arus mudik Lebaran 2021. Pesanan tiket bus dibuka hingga 5 Mei 2021, yang merupakan batas terakhir operasional angkutan umum sebelum Lebaran 2021.

Beberapa Perusahaan Otobus (PO) yang melayani rute Merak ke Jawa Tengah (Jateng), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Timur (Jatim) telah menaikkan tarif sejak beberapa hari lalu. Kenaikan tarif secara fluktuatif tergantung tujuan dan PO bus. 

Data yang diperoleh Banten Raya, seperti PO Murni Jaya telah menaikkan tarif untuk bus tujuan ke DIY pada tanggal 23-26 April Rp 220 ribu, pada 26-29 April Rp 250 ribu dan pada 30 April hingga 6 Mei Rp 450 ribu. PO Bejeu dan PO New Shantika memunyai rute dan tari yang sama, dari Merak tujuan Semarang-Kudus-Jepara pada 18-22 April Rp 320 ribu, pada 23-29 April Rp 370 ribu, pada 30 April hingga 5 Mei Rp 600 ribu. 

Kenaikan juga terjadi untuk PO Haryanto, rute dari Merak tujuan Semarang-Kudus-Pati-Rembang-Purwodadi-Blora pada tanggal 16-21 April Rp 290 ribu, pada tanggal 23-29 April Rp 340 ribu, pada tanggal 30 April hingga 5 Mei Rp 520 ribu. Sementara, untuk rute Merak ke Cepu-Bojonegoro pada tanggal 16-21 April Rp 310 ribu, pada tanggal 23-29 April Rp 370 ribu dan tanggal 30 April hingga 5 Mei Rp 550 ribu. 

Sementara untuk rute Merak ke Madura terbagi dalam beberapa harga, seperti Merak-Bangkalan pada tanggal 16-21 April Rp 370 ribu, tanggal 23-29 April Rp 420 ribu dan tanggal 30 April hingga 5 Mei Rp 620 ribu. Merak-Sampang.

pada tanggal 16-21 April Rp 390 ribu, tanggal 23-29 April Rp 440 ribu dan tanggal 30 April hingga 5 Mei Rp 620 ribu. 

Sementara untuk rute Merak-Pamekasan pada tanggal 16-21 April Rp 420 ribu, tanggal 23-29 April Rp 470 ribu dan tanggal 30 April hingga 5 Mei Rp 650 ribu. Rute terjauh yaitu Merak-Sumenep tanggal 16-21 April Rp 450 ribu, tanggal 23-29 April Rp 500 ribu dan tanggal 30 April hingga 5 Mei Rp 670 ribu.

Sementara, untuk PO Agra Mas dari Merak tujuan Solo-Wonogiri tanggal 16-22 April Rp 250 ribu, tanggal 23-26 April Rp 260 ribu, tanggal 27-29 April Rp 300 ribu dan tanggal 30 April hingga 5 Mei Rp 490 ribu. Sementara, PO Rosalia Indah dari Merak tujuan Solo dan Jogja normal Rp 200 ribu pada tanggal 29 April hingga 5 Mei Rp 320 ribu, tujuan Surabaya normal Rp 350 ribu pada 29 April hingga 5 Mei Rp 585 ribu, dan tujuan Malang normal Rp 360 ribu pada 29 April hingga 5 Mei Rp 595 ribu. 

Pemilik Agen Bus di Terminal Seruni Andri Noviyanti mengatakan, meski ada larangan mudik, kenaikan tarif bus rata-rata mulai naik sejak 30 April 2021. Namun, pada 23 April 2021 juga beberapa PO bus sudah mulai menaikkan harga. 

“Mulai hari ini (kemarin-red) sudah mulai naik tarifnya. Dua pekan menjelang Lebaran tarif kenaikannya lebih tinggi lagi,” kata Novi ditemui di Terminal Seruni, Jumat (23/4/2021). 

Novi menjelaskan, meski tarif mengalami kenaikan, penumpang tetap ramai. Bahkan, sebelum puasa juga sudah mulai ramai. 

“Sudah banyak yang pesan tiket, jurusan paling ramai kalau dari Merak dan sekitarnya itu ke Solo, Wonogiri, dan Madura,” katanya. 

Larangan mudik yang diberlakukan pemerintah, kata Novi, sangat memukul pelaku usaha di bidang transportasi. Meski ada kenaikan penumpang, namun tidak signifikan. Bahkan, tahun lalu pihaknya sama sekali tidak beroperasi saat ramadan hingga Lebaran. 

“Tahun ini lonjakan penumpang tetap ada, tetapi tidak sampai 50 persen. Padahal, sebelum adanya pandemi korona, jika musim mudik Lebaran, lonjakan penumpang sampai 100 persen,” terangnya. 

Baca juga

Dermaga Merak dan Seluruh Terminal di Banten Bakal Ditutup, Masih Mau Mudik?

Perwakilan PO Rosalia Indah Merak, Nasikin mengungkapkan, jika kenaikan penumpang bus sudah mulai dirasakan. Namun, dengan adanya kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 dinilai memukul pelaku usaha di bidang transportasi seperti dirinya. 

“Pesanan tiket sudah mulai banyak untuk tanggal 3, 4 dan 5 Mei, karena 6 Mei sudah setop operasi. Di tanggal itu rata-rata full seat,” terangnya. 

Nasikin menjelaskan, beberapa jurusan yang banyak diminati pemudik seperti Solo, Yogyakarta, Wonosobo, Surabaya dan Malang. 

“Saat ini kami masih melayani penumpang seperti biasa, nanti mulai stop operasi pada 6 Mei 2021,” terangnya. (gillang/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp