Ekonomi & BisnisKota Cilegon
Trending

Untuk Komoditas Ekspor, Dua Pemuda Karang Tengah Tanam 10.000 Talas Beneng di Gunung Tuk Purwakarta

CILEGON, BANTEN RAYA – Dua pemuda Lingkungan Karang Tengah, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon bertani dengan menanam talas beneng di lahan seluas 1,5 hektare di Gunung Tuk. Ia menargetkan talas beneng tertanam hingga 10.000 bibit.

Salah satu petani talas beneng Mulyadi menjelaskan, saat ini bibit talas beneng yang sudah tertanam kurang lebih mencapai 3.000 bibit. Dalam kurun waktu 1 tahun, tinggi talas beneng ini mencapai 3 meter.

“Bibit talas yang kami tanam di sini, kami membelinya dari petani di Gunung Karang, Pandeglang,” kata Mulyadi kepada Banten Raya saat ditemui di Gunung Tuk, Jumat (26/2).

Saat ini talas beneng masih menjadi tanaman yang digemari negara luar. Tanaman ini memiliki kaya khasiat. Daunnya dapat digunakan sebagai bahan kosmetik dan tembakau. Sedangkan batangnya dapat digunakan sebagai bahan dasar seperti tepung atau bahkan dijadikan sebagai makanan pokok.

Negara Australia menjadi salah satu negara eksportir daun talas beneng terbesar. Sedangkan India, Turki dan Jepang menjadi negara eksportir ubi talas benengnya.

“Saat ini permintaan untuk talas beneng masih tinggi, baik itu daunnya ataupun ubinya. Namun permintaan ini masih dari negara luar,” ujarnya.

Lebih lanjut Mulyadi menjelaskan, talas merupakan jenis umbi-umbian yang mudah hidup ditanah apapun. Sehingga kontur tanah bukan menjadi alasan talas ini untuk tidak hidup. Selain mudah hidup, talas ini juga tidak perlu perawatan yang ekstra setelah menanam.

Imanudin mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 ini menanam adalah hal yang paling mungkin bisa dilakukan. Ia juga bercocok tanam untuk menghidupkan kembali lahan yang sudah mati dan tidak terurus.

“Bercocok tanam merupakan pekerjaan yang tidak akan pernah mati di tengah kondisi apapun,” ujar Iman.

Iman melanjutkan, jika talas beneng ini sudah berumur 8 bulan, maka daun talas beneng dapat dipanen. Bahkan panen daun talasnya dapat dilakukan satu pekan sekali. Kemudian daun talas ini diproses agar kering lalu dikirim.

Ke depan ia berharap, dengan masih banyaknya tanah yang tidak terawat, masyarakat dapat ikut serta memanfaatkan lahan dengan bercocok tanam. (mg-predy)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp