DaerahKota CilegonPendidikan
Trending

Waduh! 2.700 Lulusan SD di Cilegon Tak Tertampung di SMP Negeri

CILEGON, BANTEN RAYA – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon menyebut sekitar 2.700 lulusan SD di kotanya tidak akan tertampung di SMP Negeri. Hal itu terjadi lantaran daya tampung yang tersedia lebih sedikit dibanding jumlah lulusan.

Kepala Dindik Kota Cilegon Ismatullah mengatakan, lulusan SD di Kota Cilegon pada tahun ini berjumlah sekitar 7.500 siswa. Sementara, daya tampung SMP Negeri hanya sekitar 4.800 siswa.

“Jumlah tersebut, juga sudah termasuk tambahan dari SMP Negeri baru yang akan berdiri yaitu SMP Negeri 12 di Kecamatan Purwakarta. SMP Negeri 13 di Kecamatan Jombang, SMP Negeri 14 di Kecamatan Citangkil dan SMP Negeri 15 di Kecamatan Grogol. Tahun lalu, daya tampung SMP Negeri hanya sekitar 4.500 siswa,” kata Ismatullah dihubungi bantenraya.com, Minggu (6/6/2021).

Dikatakan Ismat, meski bertambahnya empat SMP Negeri, namun penambahan daya tampung siswa maksimal hanya sekitar 300 siswa. Siswa yang tidak tertampung di SMP Negeri, ada yang melanjutkan di SMP swasta maupun pondok pesantren dan ada juga yang memilih sekolah di luar Kota Cilegon.

“Kami terus berupaya agar kuota di SMP Negeri terus bertambah,” ucapnya.

Menurut Ismat, pendirian SMP Negeri di tiga lokasi yaitu SMP Negeri menumpang di sekolah lain. SMP Negeri 12 menumpang di SMP Tunas Bangsa Kecamatan Purwakarta, SMP Negeri 14 di SD Negeri Taman Baru dan SMP 15 di Negeri Cikuasa II. Sementara, SMP Negeri 13 di Jombang akan menampati Gedung eks SD Negeri Masigit III.

“Hanya SMP Negeri 13 di Jombang yang akan langsung berdiri sendiri,” ucapnya.

BACA JUGA: Bagi yang Belum Tahu, Ini Alamat Web dan Syarat Masuk SD/SMP di Kota Tangerang

Meskipun lokasi SMP Negeri 13 berada di tengah-tengah pemukiman warga dengan gang sempit, kata Ismat, tidak menjadi persoalan. Sebab, siswa-siswa SMP Negeri memang tidak diperbolehkan membawa kendaraan bermotor ke sekolah.

“Akses masuk ke SMP Negeri 13 memang gang sempit tidak sampai dua meter lebarnya, teapi tidak masalah. Jadi ke sekolah cukup jalan kaki. Kalaupun diantar pakai kendaraan, jalan kaki juga tidak jauh hanya sekitar 100 meter,” ujarnya. (gillang)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp