DaerahKesehatanKota Cilegon
Trending

Warga Cilegon Diperbolehkan Gelar Resepsi Pernikahan, Asal………

CILEGON, BANTEN RAYA- Kabar gembira bagi warga Kota Cilegon yang hendak melakukan resepsi pernikahan. Sebab, saat ini resepsi ritual itu diperbolehkan untuk diselenggarakan. Akan tetapi, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Kepastian dibolehkannya penyelenggaraan pesta pernikahan diperoleh usai Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengusaha Dekorasi Seluruh Indonesia (Aspedi) Banten ke Kantor Walikota Cilegon, Rabu (3/2/2021). 

Kedatangan mereka disambut oleh Dandim 0623 Cilegon Letkol (Inf) Ageng Wahyu Romadhon dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Erwin Harahap.

Anggota Aspedi Banten, Aida Kania mengatakan, kedatangannya ke Posko Satgas Terpadu Penanganan Covid-19 yang berada di Halaman Kantor Walikota Cilegon, lantaran banyak wedding organizer (WO) yang tidak mendapatkan izin penyelenggaraan pernikahan di Kota Cilegon. 

Sejumlah WO mengaku dilarang menggelar resepsi pernikahan karena tidak dikeluarkannya izin oleh para camat. Alaaannya sedang masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Makanya kami datang ke Satgas Covid-19 tingkat Kota Cilegon, karena tidak mendapat izin dari Camat, padahal Walikota Cilegon membolehkan,” ujarnya. 

Aida mengatakan, saat mengonfirmasi Dandim 0623 Cilegon Letkol (Inf) Ageng Wahyu Romadhon dan Kepala Pelaksana BPBD Kota Cilegon Erwin Harahap, Ia mendapatkan jawaban yang jelas. Penyelenggaraan resepsi pernikahan diperbolehkan, dengan terlebih meminta rekomendasi BPBD Kota Cilegon dan meneruskannya ke pemerintah kecamatan. 

“Saat ini selama pandemi covid-19, semua WO sudah menerapakan prokes dalam resepsi pernikahan. Hand sanitizer, thermo gun, masker bagi tamu yang lupa bawa masker, semua disiapkan oleh WO. Saat resepsi juga tamu dan pengantin tetap menjaga jarak, tidak salaman, dari dekor juga semua membuat dua line panggung, pengantin di atas dan tamu di bawah,” ungkapnya. 

Selain itu, lanjut Aida, WO juga biasanya sudah membatasi tamu maksimal 300 undangan. Sistemnya juga tiga shift, per shiftnya sebanyak 100 undangan. “Biasanya dibagi, akad nikah 100 orang, respesi pertama 100 orang dan resepsi sesi kedua 100 orang,” tuturnya. 

Semenyara itu, Dandim 0623 Cilegon Letkol (Inf) Ageng Wahyu Romadhon mengatakan, para WO sudah diperbolehkan melaksanakan resepsi pernikahan dengan batasan maksimal 300 undangan. Pasalnya, saat ini Kota Cilegon berstatus zona oranye. Peralatan prokes juga harus disediakan seperti hand sanitizer, masker dan alat ukur suhu tubuh. 

“WO juga kami minta selalu mengingatkan tamu undangan untuk tidak berlama-lama di ruangan. Setelah makan dan foto, tamu undangam diminta segera keluar. Di dalam ruangan juga kami minta dibatasi. (Alur perizinannya) WO minta izin ke BPBD, kemudian BPBD meminta Satgas Penanganan Satgas covid-19 tingkat kelurahan,” ujarnya. (gillang)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp