Kota Cilegon

Warga Rawa Arum Ancam Demo Lotte

CILEGON, BANTEN RAYA – Warga Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, berencana melakukan aksi unjuk rasa menuntut penyetopan proyek PT. Lotte Chemical Indonesia (LCI), Rabu (16/12). Aksi tersebut akan dilakukan warga karena warga merasa dilecehkan pihak perusahaan. 

Informasi yang diperoleh, rencana aksi demo itu merupakan buntut dari pertemuan antara warga dengan pihak perusahaan pada Jumat (11/12) lalu. Pertemuan yang difasilitasi oleh Lurah Rawa Arum Saptunji Aziz dihadiri oleh perwakilan perusahaan Mr Park, dan General Manajer PT. Lotte Chemical Titan Nusantara (LCTN) Marijono, dan Humas PT. LCI Nurman.
Pertemuan itu juga dihadiri Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Faturohmi.
Pertemuan berjalan lancar dan terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak yakni persetujuan untuk penanganan pencemaran lingkungan. Namun acara belum selesai, perwakilan dari PT. LCI meninggalkan lokasi pertemuan tanpa adanya pemberitahuan.
Perwakilan PT. LCI yang tersisa hanya Humas PT. LCI Nurman.

Ketua RW 7 Kelurahan Rawa Arum, Taufiqurrahman mengatakan, tuntutan warga terkait dugaan pencemaran lingkunhan debu pasir laut yaitu agar tumpukan pasir laut ditutup dengan jaring, dan warga mendapat kompensasi untuk kesehatan. Namun notulen rapat belum ditandatangani. “Ini kan kesepakatan belum ditandatangani, ini melecehkan kita,” kata Taufiq kepada awak media, Jumat (11/12). 

Dikatakan Taufiq, jika kesepakatan tidak ada hitam di atas putih, maka akan riskan untuk dilanggar. Sehingga, pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa menolak penghentian proyek PT. LCI pada Rabu (16/12). “Kita akan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan aksi ini,” tuturnya. 

General Manajer PT. LCI Marijono mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti permintaan warga. “Kita juga prihatin sih dengan adanya debu yang beterbangan. Ini kan tidak ada kesengajaan. Penanganan akan dilakukan Mr Park (PT LCI),” katanya.

Lurah Rawa Arum Saptunji Aziz mengatakan, hasil pertemuan sebenarnya sudah terjadi kesepakatan. Namun belum sampai ditandatangani, perwakilan PT LCI Mr Park lebuh dulu pulangs, sehingga notulen belum ditandatangani. “Sebetulnya tuntutan sudah disetujui, tetapi belum ditandatangani. Masyarakat tersinggung, kalau saya sebagai Lurah tidak bisa membendung keinginan masyarakat, tapi saya akan panggil tokohnya,” tuturnya. 

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Faturohmi mengatakan, DPRD Kota Cilegon akan terus mengawal dugaan pencemaran lingkungan berupa debu pasir laut oleh PT LCI. Debu dirasakn warga Kelurahan Rawa Arum. Sebelumnya, juga proyek PT LCI dikecam warga karena menjadi penyebab banjir di Lingkungan Kruwuk, Kelurahan Rawa Arum. 

“Untuk persoalan debu warga meminta agar dipasang jaring di sekitar urugan lasir laut. Kedua, warga juga harus diberikan kompensasi sebagai bentuk kompensasi kesehatan warga yang terdampak debu,” kata Faturohmi. 

Faturohmi menambahkan, pihaknya juga meminta agar proyek PT LCI dihentikan sementara untuk mencegah gejolak dengan masyarakat. “Kami dari Komisi II DPRD Cilegon akan terus mengawal ini dan menjadi penengah,” tuturnya. (gillang)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d bloggers like this: