Kota Cilegon
Trending

YLKI Dorong Dermaga Eksekutif Operasikan Kapal Swasta

CILEGON, BANTEN RAYA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendorong agar Pelabuhan Eksekutif di Pelabuhan Penyeberangan Merak milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry dapat dilalui oleh kapal milik perusahaan swasta.

Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) antara PT ASDP Indonesia Ferry dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang mengangkat topik ‘Peningkatan Pelayanan Penyeberangan Merak-Bakauheni’ di Pelabuhan Merak, Sabtu (20/2/2021).

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyampaikan, YLKI mengapresiasi dermaga dan terminal eksekutif Merak dan Bakauheni yang sangat dibutuhkan untuk mewadahi keinginan dan standar pelayanan lebih konsumen.

“Dermaga dan terminal eksekutif merupakan terobosan cerdas dan inovatif, khususnya dalam memenuhi kebutuhan konsumen penyeberangan. Keberadaannya bisa dipakai bersama operator lain, jika mempunyai standar pelayanan yang sama dan dengan menerapkan pola business to business. Hal ini perlu dicermati karena pemakaian dermaga dan terminal secara bersama-sama juga berpotensi mengurangi keandalan,” ujarnya. 

Tulus berharap, PT ASDP Indonesia Ferry segera merampungkan pembangunan dermaga dan terminal eksekutif jilid II, yang ditargetkan bisa dipakai pada mudik Nataru 2021. “Tentu ini hal yang sangat positif untuk mengakomodir keinginan operator ferry swasta yang ingin memanfaatkan dermaga dan terminal eksekutif tersebut,” katanya lagi. 

Ia mengungkapkan, kehadiran operator ferry swasta di dermaga dan terminal eksekutif merupakan hal yang positif untuk mengakomodir hak konsumen, misalnya hak untuk memilih. “Namun, keberadaan operator swasta di dermaga eksekutif harus diatur secara terukur dan ketat, agar tetap andal dan prima serta nanti mereka tidak berhenti beroperasi secara sepihak hanya karena target penumpangnya tidak tercapai,” ujarnya. 

Dikatakan, PT ASDP Indonesia Ferry yang merupakan representasi produsen jasa sekaligus pelaku usaha dituntut untuk selalu inovatif dan terus meningkatkan kualitas layanan penyeberangan dan pelabuhan yang terintegrasi. 

“Inovasi tidak boleh berhenti karena pengguna jasa selalu memiliki ekspektasi terhadap layanan yang dinamis. Apalagi, saat ini di era digitalisasi yang menuntut kemudahan, kepraktisan, kecepatan dan keterjangkauan,” ujarnya. 

Ia menilai, PT ASDP Indonesia Ferry sebagai operator penyeberangan terbesar di Indonesia, harus mampu memenuhi standar pelayanan yang mengacu pada empat aspek, yaitu product knowledge, infrastruktur, human resources dan business process. Menurutnya, digitalisasi ekonomi saat ini berdampak sangat luas termasuk pada konektivitas transportasi darat, di mana keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera dan Trans Jawa akan semakin memacu pergerakan transportasi masyarakat, sehingga revitalisasi pelayanan di pelabuhan penyeberangan sangat mendesak dilakukan. 

Tulus mengatakan, YLKI mendukung penerapan layanan tiket online Ferizy yang saat ini telah berjalan di empat pelabuhan utama, di mana hal ini menjadi bukti PT. ASDP Indonesia Ferry untul terus meningkatkan kualitas layanan dari yang sebelumnya penjualan karcis fisik, kini sudah semakin mudah, cepat dan dapat diakses di manapun hanya dengan menggunakan smartphone. Tidak perlu lagi pengguna jasa antri di pelabuhan saat beli tiket, atau berinteraksi dengan petugas loket. Apalagi, di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang kita belum tahu kapan akan berakhir.

“Suatu keniscyaan terjadinya perubahan gaya konsumsi masyarakat saat ini yang ingin praktis, cepat dan mudah menggunakan aplikasi secara online,” katanya. 

Tulus mengatakan, YLKI juga mengimbau operator kapal, penumpang, dan seluruh masyarakat yang berkunjung ke pelabuhan untuk selalu menjaga kebersihan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak merokok secara sembarangan. “Bahkan, seharusnya tidak merokok di dalam kapal karena kapal dan pelabuhan adalah area kawasan tanpa rokok,” tuturnya. 

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi merespons positif dukungan, masukan dan kritik yang disampaikan oleh YLKI terkait upaya pengembangan dan pengawasan terhadap layanan penyeberangan dan pelabuhan yang dikelola oleh ASDP, khususnya di Merak-Bakauheni yang menjadi barometer layanan di seluruh Indonesia. 

“Menuju perusahaan berkelas dunia, ASDP tentu mengemban misi besar dalam operasional dan pelayanannya. Apa yang menjadi kebutuhan konsumen, hal tersebut yang harus dipenuhi secara berkelanjutan,” tutur Ira. 

Menurutnya, ASDP bukan saja memiliki visi menjadi operator jasa ferry terdepan tetapi juga mengemban misi besar yakni menekankan keunggulan operasional melalui budaya pelayanan yang profesional dan berkualitas, fasilitas pelabuhan terintegrasi, armada dan infrastruktur yang handal, serta penerapan teknologi berbasis nilai.

“Secara konsisten, ASDP akan mengedepankan keselamatan dan layanan penuh keramahan, tulus dan berkualitas,” tutur Ira. (gillang)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp