KesehatanKota Serang

Agar Lebih Joss, Kapolda Banten Irjen Rudy Minta PPKM Mikro Diterapkan di Seluruh Banten

SERANG, BANTEN RAYA – Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho meminta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro (PPKM Mikro) di Provinsi Banten tidak hanya diterapkan di wilayah Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan), tapi dilakukan di seluruh Banten. Hal itu untuk lebih mengefektifkan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

“PPKM Mikro tidak bisa hanya dilakukan di Tangerang Raya. Kalau hanya di Tangerang Raya, nanti masyarakat di sana pindah ke sini (Kota Serang). Jadi harus semuanya diterapkan PPKM,” kata Kapolda saat bertemu dengan para pemimpin media massa di Banten, di Kota Serang, Kamis (18/2).

Hadir mendampingi dalam kesempatan itu Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Banten Kombes Pol Joko Sumarno, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny, Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol Lutfi Martadian, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi.

Rudy mengatakan, hal tersebut sudah disampaikannya kepada Pemprov Banten saat memimpin rapat koordinasi PPKM Mikro bersama seluruh pemangku kepentingan di Banten, kemarin. Menurutnya, PPKM Mikro jika diterapkan secara serius bisa sangat efektif menekan laju penularan Covid-19.

“Kalau di RT ada 10 lebih orang tertular, artinya zona merah. Kalau lima sampai 10 zona oranye, kalau satu sampai lima zona kuning, kalau nol zona hijau. Ini lebih fokus. Kalau dulu kan misalnya 10 orang terkena, seluruh kabupaten itu yang kemudian jadi zona merah. Nah bagaimana dengan yang mereka yang tinggal di pelosok, seperti di Kabupaten Lebak. Enggak tau menahu tiba-tiba masuk zona merah,” kata pria kelahiran 17 Maret 1968 ini.

Hanya saja, lanjut Kapolda, penerapan PPKM Mikro ini harus dilakukan secara serius oleh semua pihak. Seperti di antaranya menguatkan testing, tracing, treatment. Idealnya tracing atau pelacakan itu dilakukan sampai 30 orang yang melakukan kontak dengan pasien terkonfirmasi Covid-19, sementara di Provinsi Banten tracing hanya dilaksanakan terhadap dua orang. Oleh karena itu, bhabinkamtibmas ke depan oleh Polda Banten akan diterjunkan menjadi tracer, termasuk juga vaksinator.

“Untuk desa atau kelurahan yang tidak ada personel Bhabinkamtibmas, kami akan menambah personel dari Polsek atau Polres untuk mendukung 3T,” katanya.

Pria yang pernah menjabat Kepala Divisi Hukum Mabes Polri mengungkapkan, dalam mendukung program PPKM Mikro ini, Polda Banten juga membagikan masker kepada masyarakat setiap harinya. Polda Banten juga mendapatkan bantuan masker sebanyak 1 juta masker dari gugus tugas Covid-19. “Kami dari Polda Banten dan TNI selalu monitoring perubahan perilaku masyarakat, agar menerapkan protokol kesehatan, serta melaksanakan operasi aman nusa II untuk mendisiplinkan prokes,” ungkapnya.

Rudy menegaskan, Polda Banten telah membentuk 152 kampung tangguh nusantara dari 1.300 desa dan kelurahan di daerah hukum Polda Banten. Kampung tangguh ini untuk mendorong masyarakat agar berinisiatif mengatasi masalah secara mandiri dalam menghadapi pandemi yang disebabkan virus korona. “Kami juga selalu melakukan silaturahmi, sambang kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk membantu menyampaikan kepada masyarakat tentang menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, hasil evaluasi penerapan PPKM mikro di Tangerang Raya menghasilkan dampak yang signifikan terhadap perkembangan kasus Covid-19. “Implementasi PPKM di wilayah Tangerang sangat memberikan dampak positif dalam penyebaran Covid-19 yang ada di wilayah tersebut. Saat ini wilayah Banten tidak masuk di risiko tinggi, dan Tangerang masuk di zona oranye,” kata Andika kepada Banten Raya usai rapat koordinasi PPKM Mikro di Mapolda Banten, Kamis (18/2).

Menurut Andika, PPKM mikro telah membuat perbaikan dalam pengendalian Covid-19 karena kebijakan tersebut berhasil membuat jumlah kasus baru menurun. Dengan begitu, Pemprov Banten akan merencanakan perluasan PPKM mikro di seluruh wilayah di Provinsi Banten.

“PPKM nanti akan dievaluasi, di situ membuka ruang evaluasi penerapan PPKM di wilayah lain. Tapi ada poin khusus menjadi rujukan bagi daerah di Banten untuk dimasukkan klasifikasi PPKM mikro yang akan dilaksanakan,” ujarnya.

Andika menegaskan, sesuai amanat Instruksi Mendagri nomor 3 tahun 2021 tentang PPKM mikro dan pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa atau kelurahan juga mengatur zona Covid-19 berbasis desa kelurahan. Desa akan dibagi menjadi empat zona yakni merah, oranye, kuning, hijau.

“PPKM mikro ini sampai tanggal 22 Februari. Nanti dilakukan evaluasi dan pengakajian di setiap wilayahnya, termasuk tadi Wakapolda dan jajaran sudah memberikan masukan untuk bagaimana seluruh wilayah di Banten ini masuk tataran PPKM mikro,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, PPKM mikro ini mampu menekan sebaran Covid-19 hingga ke tingkat paling bawah. Apalagi dalam proses pengawasan sangat ketat, sehingga kasusnya turun. “PPKM mikro saat ini lumayan berjalan, artinya semua elemen terlibat semua. Selama PPKM itu jumlah kasus lumayan berkurang untuk wilayah Tangerang Raya,” katanya.

Ati menambahkan, di wilayah Tangerang Raya tidak ada satu pun daerah yang masuk zona merah Covid-19. Hanya satu wilayah zona oranye, dan beberapa daerah masuk zona kuning dan zona hijau. “Zona oranye satu yaitu di Bojong Nangka, yang lain kuning dan hijau, tapi kebanyakan hijau,” jelasnya.

Ati menjelaskan, untuk rencana perluasan penerapan PPKM mikro telah mendapatkan dorongan dari Polda Banten. Sebab, telah berdampak positif terhadap penekanan penyebaran virus korona.

“PPKM ini bagus, maka apa salahnya dan menjadi inisiasi Pak Kapolda juga menginginkan. Yuk wilayah saya juga dong. Wilayah Polda itu Cilegon, Lebak, Pandeglang menerapkan PPKM. Tanggal 22 kan selesai, nanti kota evaluasi apakah akan kita teruskan di beberapa wilayah di Banten,” jelasnya. (fikri/darjat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp