DaerahKota Serang
Trending

APBD Tekor, Pemkot Serang Minta Bantuan Masyarakat

SERANG, BANTEN RAYA – Sejumlah warga Sepang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, membentuk organisasi bernama Paguyuban Warga Sepang (Puwas). Organisasi ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas hidup masyarakat Sepang secara khusus dan masyarakat Kota Serang secara umum.

Asda II Kota Serang Yudi Suryadi mengatakan, sampai saat ini aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat jauh lebih besar dibandingkan dengan kekuatan APBD Kota Serang. Aspirasi-aspirasi tersebut disampaikan oleh warga baik ketika musyawarah pembangunan di tingkat kelurahan, kecamatan, sampai ke tingkat Kota Serang. Aspirasi lain disampaikan warga kepada anggota DPRD Kota Serang ketika masa reses tiba.

Banyaknya aspirasi yang disampaikan warga kepada Pemkot Serang itu menurut Yudi tidak akan bisa semuanya dilakukan oleh Pemerintah Kota Serang. Apalagi APBD Kota Serang sangat terbatas hanya sekitar Rp1,4 triliun. Itupun pendapatan asli daerah dari Kota Serang hanya sekitar Rp270 miliar dan masih sangat tergantung pada bantuan dari pemerintah pusat dan Pemprov Banten.

“Maka kami minta organisasi seperti Puwas ini membantu PR pemerintah daerah,” kata Yudi usai pelantikan pengurus Puwas yang dilakukan sendiri olehnya sebagai Asda II Kota Serang mewakili Walikota Serang di kantor Kelurahan Sepang, Minggu (4/4/2021).

Karena Pemerintah Kota Serang tidak bisa menyelesaikan semua persoalan itu maka Yudi berharap perhimpunan masyarakat seperti Puwas bisa membantu meringankan tugas pemerintahan daerah dengan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh warga itu. Misalkan pada persoalan sampah setidaknya bisa diselesaikan oleh perkumpulan warga semacam Puwas ini.

Ketua Puwas Muktar Efendi mengatakan, ada tiga visi global yang ingin diusung Puwas, yaitu maju, berdaya, dan bahagia. Pertama, masyarakat Sepang harus senantiasa maju dari sisi sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu salah satu yang dapat memicu kemajuan SDM adalah dengan adanya pembinaan dan juga pengembangan dari skil keterampilan serta pendidikan. 

“Maka di Kelurahan Sepang kami berharap seluruh lembaga pendidikan informal, non formal dan formal betul-betul harus terdepan dari sisi menciptakan dan melahirkan generasi unggul,” katanya.

Selanjutnya yang kedua yaitu berdaya dalam artian warga Sepang harus berdaya dari sisi ekonomi. Masyarakat Sepang harus memiliki keterampilan, kemampuan dan juga membuat skill tersendiri agar dapat mengembangkan jiwa entrepreneur (seorang pengusaha atau orang yang melakukan kegiatan wirausaha). 

Agar betul-betul masyarakat Sepang berdaya tidak ada lagi masyarakat Sepang yang menunggu bantuan dan lain sebagainya. Akan tetapi bagaimana mengubah polanya agar bisa memberi bantuan bukan menerima atau mengharapkan bantuan.

Ketiga, warga Sepang harus bahagia. Oleh karena itu harus memiliki semangat kekeluargaan antar warga Sepang baik yang tinggal di perkampungan maupun yang tinggal di perumahan. (tohir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp