Kota Serang

Aplikasi SMILE Tak Bisa Diakses

SERANG, BANTEN RAYA- Sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Serang sampai dengan kemarin tidak bisa membuka aplikasi SMILE guna melihat data penerima vaksin dan jumlah vaksin Covid-19 yang akan didistribusikan. Akibatnya, faskes tidak bisa memperkirakan berapa jumlah penerima vaksin dan jumlah vaksin yang dibutuhkan.

Hal itu diketahui ketika Wakil Ketua DPRD Kota Serang Roni Alfanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu faskes Kota Serang, yaitu Puskesmas Banjar Agung di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Sidak dilakukan untuk mengetahui persiapan vaksinasi Covid-19 tingkat Kota Serang yang akan serentak dilakukan pada Senin (18/1) mendatang.

Aplikasi SMILE dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan United Nations Development Program (UNDP) digunakan untuk melakukan monitoring distribusi vaksinasi dari tingkat provinsi hingga ke setiap fasilitas layanan.
Kepala Puskesmas Banjar Agung Rosidah mengatakan, semua yang dibutuhkan untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sudah siap. Mulai dari tempat penyimpanan vaksin, ruangan tempat vaksinasi, termasuk tenaga kesehatan yang akan melakukan vaksinasi. ”Semua sudah siap,” katanya.

Rosidah mengatakan, satu-satunya kendala yang dialami saat ini adalah, pihaknya tidak bisa mengakses aplikasi SMILE sehingga belum tahu berapa jumlah tenaga kesehatan yang akan divaksin dan berapa kebutuhan vaksinnya. ”Seharusnya hari ini aplikasi SMILE sudah bisa dibuka,” katanya.
Roni Alfanto mengatakan, ia mengaku sengaja datang ke Pukesmas Banjar Agung karena ingin melihat secara langsung kesiapan faskes sebelum pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan Senin mendatang. ”Karena ini program nasional maka harus sukses juga di Kota Serang,” kata Roni.

Politisi Partai Nasdem ini mengatakan,hasil sidak kemarin diketahui Puskesmas Banjar Agung hanya terkendala susahnya membuka aplikasi SMILE. Ia berharap aplikasi ini segera dapat diakses, sehingga tidak menghambat pelaksanaan vaksin. Roni berharap bila tiba saatnya waktu vaksinasi Covid-19 masyarakat mau datang ke faskes. Ia sendiri mengaku siap menjadi orang pertama yang di vaksin di kalangan anggota DPRD Kota Serang. ”Kalau nakes enggak boleh nolak. Kita minta Walikota sebagai kepala daerah memberi sanksi,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Serang Babay Sukardi mengatakan, bila ada anggota dewan yang tidak mau divaksin maka risiko akan mereka tanggung sendiri. DPRD sebagai lembaga tidak mampu memberikan sanksi.

Babay mengatakan, yang bisa memberikan sanksi kepada anggota dewan adalah fraksi sebagai kepanjangan dari partai politik. ”Sanksi tertinggi anggota DPRD ada di fraksi masing-masing,” kata Babay. (tohir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp