DaerahKesehatanKota Serang
Trending

Arab Saudi Tutup “Pintu”, Kemenag Kota Serang Pasrah Umrah Ditunda Lagi

SERANG, BANTEN RAYA- Kepala Seksi Haji dan Umroh pada Kementerian Agama (Kemenag) Kota Serang Deni Rusli mengatakan, pihaknya menghormati dan menghargai keputusan yang dibuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi atas penundaan umrah tahun 2021 ini. 

Ia meyakini keputusan itu dilakukan atas dasar pertimbangan yang sangat hati-hati menyikapi pandemi Covid-19, di seluruh dunia yang sampai saat ini belum bisa teratasi.

“Kita harus menghargai keputusan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia atas penundaan ini, karena ini demi keselamatan umat (jemaah umrah),” ujar Deni, Kamis (4/2/2021).  

Deni menyatakan, meski sejatinya Kementerian Agama Kota Serang berharap tidak ada penundaan lagi pada pelaksanaan ibadah umrah, namun keselamatan jemaah tetap harus menjadi nomor satu. Sebab, ibadah pun tidak boleh dilakukan bila akan membahayakan nyawa orang yang akan melakukannya. Indonesia diketahui merupakan negara terbanyak kedua yang memberangkatkan jemaah ibadah umrah di dunia setelah Pakistan.

“Kita sejatinya berharap tidak ada penundaan lagi, tapi mungkin ini yang terbaik,” katanya.

Deni menyatakan, ia berpikir positif saja bahwa dengan adanya penundaan ini kemungkinan dilakukan untuk persiapan dan antisipasi pelaksanaan ibadah haji tahun 1442 hijriyah atau tahun 2021 masehi. Sebab dalam penilaiannya Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat ini sangat serius dan berkonsentrasi pada penanganan penyebaran Covid-19 di negara mereka. 

Hasil kerja keras Arab Saudi dalam dilihat dari Kota Madinah yang dinyatakan sebagai Kota Tersehat pada masa pandemi Covid-19 ini oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO. “Sehingga diupayakan secara ketat menangani masalah ini dalam memutus penyebaran Covid-19 ini,” katanya.

Deni berharap semua masyarakat, khsususnya yang akan berangkat umrah atau haji, terus melaksanakan dan menjaga protokol kesehatan dengan melaksanakan 5 M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, mengurangi mobilitas dan interaksi, dan menjauhi kerumunan. Selain itu, selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS, terus meningkat iman, imun dan aman, dan selalu berdoa, ikhtiar dan bersabar juga tawakal.

Sementara itu Kepala Kementerian Agama Kota Serang Lukmanul Hakim belum mau berkomentar karena belum mendapatkan informasi resmi dari pusat. “Saya belum dapat kabar secara utuh, Kang,” katanya melalui pesan WhatsApp. 

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Penyelanggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Banten Machdum Bachtiar membenarkan, jika pintu umrah untuk jemaah asal Indonesia ditutup sementara, bersama 19 negara lainnya. Hal itu dilakukan lantaran kasus penyebaran Covid-19 dinilai masih tinggi. Sementara untuk calon peserta umrah yang gagal berangkat, ia mengaku tak mengetahuinya secara rinci.

“Benar (ditutup sementara) sejak Februari sampai dengan 15 Mei. (Yang gagal berangkat) angka persisnya saya kurang tahu,” ujar mantan Kepala Kemenag Kabupaten Serang ini. (tohir/dewa/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp