DaerahKota Serang
Trending

Aturan Pernikahan di Kota Serang: Akad Dihadiri Maksimal 10 Orang, Kedatangan Tamu Wajib Digilir

SERANG, BANTEN RAYA- Kementerian Agama (Kemenag) Kota Serang menyosialisasikan protokol kesehatan 5M kepada para pemangku kepentingan atau stakeholder. Salah satu titik fokus pada sosialisasi ini adalah pembatasan jumlah yang hadir saat akad nikah maksimal 10 orang.

Kepala Kemenag Kota Serang Lukmanul Hakim mengatakan, secara berjenjang dari Kemenag RI, Kanwil Kemenag Provinsi Banten, sampai Kemenag Kota Serang melakukan sosialisasi 5 M pada semua aktivitas masyarakat, termasuk acara pernikahan. Khusus untuk pernikahan, ketika akad nikah berlangsung, maka hanya boleh ada enam orang minimal.

“Minimal 6 orang dan maksimal 10 orang yang hadir saat akad nikah. Misalkan saksi dua orang, calon pengantin dua orang, dan wali dua orang,” kata Lukmanul usai sosialisasi 5M kepada stakeholder Kemenag Kota Serang, di Aula Kemenag Kota Serang, Ciwaru, Selasa (2/2/2021).  

Seperti diketahui, 5 M merupakan singkatan dari memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, mengurangi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan.

Lukmanul menjelaskan, selain pembatasan orang yang hadir ketika akad nikah, jumlah undangan juga harus dibatasi. Sesuai instruksi Walikota Serang, jumlah undangan tidak boleh lebih dari 100 orang, dan mereka harus datang secara bergantian. 

“Tapi kalau untuk penegakan prokes saat resepsi itu sudah ranah Pemkot Serang dan Walikota sudah menginstruksikan ini ke lurah-lurah,” katanya.

Ia berharap, dengan sosialisasi 5M ini para stakeholder bisa juga menyosialisasikannya kepada anggota atau masyarakat di bawah mereka.

“Badko, penghulu, FKUB, dan DMI kami minta mereka melaksanakan sosialisasi 5M, dan kami minta mereka memfoto dan memvideo kegiatan sebagai bukti telah melaksanakan sosialisasi 5M,” katanya.

Lukmanul menegaskan, para penghulu harus bisa mengedukasi masyarakat soal protokol kesehatan ini. Misalkan dengan mengatakan, mereka hanya akan datang ke prosesi akad nikah bila acara itu menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau protokol kesehatan dilaksanakan saya akan datang. Kalau tidak, saya tidak akan datang. Itu salah satu syarat menggelar resepsi pernikahan,” ujarnya memberikan contoh.

Namun saat ditanya apakah ada larangan akad nikah dilakukan di rumah selama pandemi, Lukmanul mengatakan tidak ada. (tohir)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp