DaerahHukum & KriminalKota Serang

Awas! Pakai Knalpot Bising Siap-siap Jadi Bidikan Polisi

SERANG, BANTEN RAYA- Awal tahun 2021 ini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Serang Kota akan menindak pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot bising. Aparat juga akan mencopot dan menyita knalpot tersebut untuk dimusnahkan.

Kepala Satlantas Polres Serang Kota AKP Gesit Febriatmoko mengatakan, penindakan kendaraan bermotor yang menggunalan knalpot bising akan dilakukan pada sore dan malam hari di beberapa titik di Kota Serang. “Kita akan melaksanakan operasi knalpot bising di sekitar Ciceri dan Alun-alun,” katanya kepada Banten Raya, Kamis (7/1/2021).

Menurut Gesit, penegakan hukum tersebut tidak hanya dilakukan saat operasi saja. Namun kini petugas pos jaga juga terus mengincar pengguna jalan yang masih melintas menggunakan knalpot bising. “Pemakai knalpot bising akan kita tindak di tempat (pencopotan dan diganti dengan knalpot standar pabrik),” ujarnya.

Gesit menambahkan, sejauh ini pihaknya secara konsisten menindak pemilik kendaraan berknalpot bising. Dalam dua bulan terakhir, petugas sudah melakukan tindakan tegas kepada puluhan pengendara. “Saat operasi bulan September sampai Agustus kemarin, sekitar 40 knalpot berhasil kita sita, dan menggantinya dengan knalpot standar,” tambahnya.

Gesit menjelaskan, knalpot bising cukup mengganggu masyarakat. Akibat knalpot bising bisa menimbulkan perselisihan antara pengendara dan pihak yang merasa terganggu.

“Saya mengimbau agar masyarakat bisa mengganti knalpot racing dengan knalpot standar. Sebab, penggunaan knalpot bising menyalahi aturan dan tata tertib dalam berlalu lintas dan dapat dikenakan sangsi tilang,” tegasnya.

Diketahui, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009, untuk sepeda motor dengan mesin 80 CC, ambang batas kebisingan 77 desibel (dB). Sepeda motor dengan mesin 80-175 CC, ambang batas kebisingan 80 dB. Sepeda motor dengan mesin 175 CC, ambang batas kebisingan 83 dB.

Sedangkan, untuk sepeda motor yang memiliki batas kebisingan melebihi aturan tersebut akan dikenakan pelanggaran berdasarkan aturan Undang-undang nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pelanggaran pada penggunaan knalpot yang lebih bising daripada seharusnya bisa dipidana dengan kurungan paling lama satu bulan dan denda paling banyak Rp250 ribu. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp