DaerahKota Serang
Trending

Barang Elektronik Hingga Kendaraan Warga Kompleks Ranau Estate Rusak Terendam Banjir

SERANG, BANTEN RAYA – Banjir yang menerjang Perumahan Ranau Estate tahap I di Kelurahan Panggung Jati, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Rabu (3/2/2021) dini hari, mengakibatkan barang berharga milik warga setempat rusak terendam air. Warga kini tetap was-was terjadi banjir susulan lantaran curah hujan yang masih tinggi.

Pantauan Banten Raya di lokasi, sejumlah warga masih ada yang tengah mencuci pakaiannya karena terdampak banjir. Selain itu, warga juga mengeringkan seluruh barang-barangnya di halaman rumahnya masing-masing.

Warga Perumahan Ranau Estate tahap I, Fahmi mengatakan, setelah banjir surut sekitar 05.30, kemarin pagi sekitar pukul 07.00 WIB warga mulai melakukan bersih-bersih halaman, rumah dan barang-barang berharga yang terendam banjir dan lumpur. 

“Kemarin setelah surut warga bersih-bersih seharian. Karena lumpurnya yang masuk ke rumah mencapai 10 sentimeter,” ujar Fahmi saat ditemui di lokasi rumahnya Blok M, Kamis (4/2/2021) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Ia mengungkapkan, akibat banjir kemarin sejumlah barang elektronik dan kendaraan milik warga di Blok M tak sedikit yang rusak karena terendam air banjir. Beberapa elektronik yang rusak di antaranya laptop, handphone, rice cooker, kipas angin, pakaian, kasur, bantal, lemari, bufet TV, sofa, dan lainnya. 

“Tiga kulkas ngambang, empat mobil kerendam, dan delapan unit sepeda motor kerendam, dan satu sepeda motor sempat hanyut, tapi untung masih bisa diselamatkan,” ungkap dia.

Tak hanya itu, saat terjadi banjir Fahmi pun mendapati sekor ular yang berkeliaran di kawasan Blok M. 

“Tapi untungnya enggak membahayakan ya karena waktu itu arusnya kencang. Jadi kebawa air,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, sejak empat tahun dirinya tinggal di Ranau Estate, baru tahun 2021 ini terjadi banjir di perumahannya. Makanya Fahmi bersama warga setempat berharap ada solusi nyata dari pemerintah daerah dalam kaitan penanganan kebencanaan banjir di perumahannya.

“Tadi yang dibilang Pak Wali kan ada sumbatan di saluran kali dan TPT-nya jebol, nah itu mudah-mudahan cepet diperbaiki. Kalau itu gak langsung ditangani khawatir pas hujan, air masuk ke perumahan lagi,” terang Fahmi.

Keluhan serupa pun dikatakan warga Ranau Estate lainnya, Dadi. Menurut dia, dampak banjir kemarin tak hanya perabotan rumah tangganya yang terendam, dua unit sepeda motornya pun jadi korban banjir.

“Basah semua pokoknya. Makanya ini lagi pada dijemurin dari kemarin. Sampe mau masak air aja gak bisa karena kompor gasnya kerendam. Dua motor saya mati saya bawa ke bengkel,” ujar Dadi.

Meski banjir telah berlalu, ia bersama warga di Blok M mengaku masih was-was terjadi banjir susulan, sebab saat ini masih musim hujan. 

“Ada khawatir mah. Karena kan masih musim hujan. Kemarin sore aja sempat hujan tuh sebentar kita was-was takut banjir susulan. Makanya kami berharap kedatangan Pak Wali kesini mudah-mudahan cepet ditindaklanjuti, karena penyebab banjir kemarin kan tembok pesantren jebol, terus yang sebelah kanan dari tembok kali juga jebol,” tuturnya. (harir)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp