DaerahKota Serang
Trending

Baru Uji Coba, Ratusan Pengendara Sudah Terjaring Tilang Elektronik

SERANG, BANTEN RAYA- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten menindak sedikitnya 100 pengendara mobil dan motor. Mereka terjaring tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE), selama uji coba diberlakukan di wilayah Kota Serang.

Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Banten AKBP Hamdani mengatakan, sejak dilakukan uji coba ETLE di wilayah Polda Banten pada 1-29 Maret 2021, ada ratusan pengendara yang kedapatan melanggar lalu lintas.

“Per hari ini (kemarin-red) sudah ada 100 sekian pelanggar dari hasil tangkapan kamera tilang elektronik. Jumlah itu bisa bertambah, karena hingga dua hari ke depan masih dilakukan sosialisasi,” katanya kepada Banten Raya, Senin (29/3/2021).

Hamdani menambahkan, penerapan sistem tilang elektronik di tiga titik di Kota Serang sangat tepat. Sebab titik tersebut merupakan persimpangan jalan raya yang kerap dipadati pengguna jalan baik dari arah Tangerang maupun Kota Cilegon. 

“Pelanggar didominasi roda empat, pelanggarannya tidak menggunakan sabuk pengaman dan mengoprasikan ponsel,” tambahnya.

Hamdani mengungkapkan ratusan pelanggar tersebut, telah dilakukan pengiriman surat teguran kepada para pelanggar. Surat teguran dikirimkan karena saat ini masih tahap sosialisasi sistem ETLE menggunakan alat kamera tilang elektrik.

“Surat teguran untuk para pelanggar dikirimkan sebagai salah satu upaya sosialisasi penerapan ETLE. Namun saat diberikan teguran pelanggar tidak diberikan sanksi tilang,” ungkapnya.

Hamdani menambahkan, kepolisian akan melakukan penindakan tegas, berupa tilang mulai 1 April 2021 mendatang. Untuk itu pengendara diminta untuk selalu taat berlalu lintas. 

“Namun, pada 1 April akan melakukan teguran keras berupa tilang,” tambahnya.

Untuk diketahui ada sebanyak 9 kamera CCTV ETLE dipasang di tiga titik persimpangan di jalan protokol kota Serang. Di antaranya di simpang traffic light Ciceri Kota sebanyak 3 kamera, simpang traffic light Ciwaktu sebanyak 3 kamera, dan simpang traffic light Pisang Mas sebanyak 3 kamera.

Pelanggar lalu lintas yang akan dipantau yaitu pengemudi yang tidak menggunakan sabuk pengaman. Pengemudi menggunakan ponsel saat menyetir. Kemudian, tidak mengenakan helm, melanggar marka jalan, pelanggaran batas kecepatan kendaraan, dan sejumlah pelanggaran lalu lintas lainnya.

Jika pelanggar yang tidak membayar denda tilang elektronik, maka STNK-nya akan diblokir. Namun pelanggar sebelumnya akan mendapat surat konfirmasi dari petugas, untuk memastikan siapa pelanggar lalu lintas tersebut.

Untuk batas waktu pembayaran denda, petugas sudah mencantumkannya di dalam surat konfirmasi yang dikirim ke alamat pelanggar. Pelanggar tidak akan bisa membayar pajak tahunan jika tidak menyelesaikan denda tilang elektronik. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp