Kota Serang
Trending

Begini Cara Tepat Menangani Orang dengan Gangguan Jiwa agar Tidak Kumat-kumatan

SERANG, BANTEN RAYA- Diperlukan ketelatenan dan disiplin keluarga untuk memberikan obat kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) agar mereka bisa hidup normal. Bila tidak, maka penderita gangguan jiwa ini akan kembali kambuh dari sakit jiwa mereka.

Kepala Puskesmas Pancur Enong Suhaeti mengatakan, bila ODGJ rajin minum obat, maka bisa hidup normal dalam arti bisa menjalakan aktivitas sehari-hari layaknya orang normal. Pada banyak kasus, mereka yang disiplin meminum obat bisa kembali mengerjakan sesuatu di kebun dan berpakaian selayaknya orang normal.

“Tapi kalau lepas minum obat, nanti kumat lagi. Masalahnya, kadang-kadang keluarga suka malas ngasihin obat,” kata Enong, Senin (22/2).

Enong mengungkapkan, bagi ODGJ yang suka berkeliaran, mengamuk, atau membuat keonaran sementara pihak keluarga juga tidak disiplin memberikan obat secara teratur, maka akan diberikan obat suntik sebulan sekali.

Berdasarkan pendataan, saat ini terdapat 37 ODGJ yang tersebar di lima kelurahan di bawah wilayah kerja Puskesmas Pancur. Enong mengklaim dari 37 ODGJ itu tidak ada satu pun yang dipasung karena saat ini ODGJ sudah tidak boleh dipasung. Adapun satu ODGJ yang dirantai menurutnya itu bukan dipasung dan dilakukan karena yang bersangkutan kerap mengganggu ketertiban.

Enong mengungkapkan, bagi keluarga yang rajin memberikan obat kepada anggota keluarganya yang ODGJ maka biasanya mereka akan setiap bulan datang ke puskesmas mengambil obat. Saat ini obat untuk ODGJ disediakan secara gratis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang dan tersedia di setiap puskesmas. Karena itu sebenarnya tidak ada alasan keluarga kesulitan menangani ODGJ.

“Obatnya gratis kita siapkan di sini sudah didroping dari Dinas Kesehatan Kota Serang,” katanya.

Desi, salah satu pegawai Puskesmas Pancur mengatakan, ada banyak pasien ODGJ yang kembali hidup normal yang berada di bawah penanganan Puskesmas Pancur. Mereka rajin memberikan obat kepada anggota keluarga yang ODGJ setiap hari, sehingga obat itu mampu mengatasi gangguan jiwa pasien ODGJ.

Ia mengatakan, yang terberat dalam pengobatan ODGJ memang kedisiplinan dalam memberikan obat. Sebab, ada keluarga yang bosan memberikan obat dan ada juga yang takut memberikan obat, sehingga pasien ODGJ kembali kumat. (tohir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp