DaerahHukum & KriminalKota Serang
Trending

Bejatnya Ayah Tiri Ini, Berkali-kali Perkosa Anak Selama 3 Tahun

SERANG, BANTEN RAYA- SM (50), warga Kecamatan Kasemen, Kota Serang ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang Kota. Ia diamankan lantaran memerkosa anak tirinya yang berusia 13 tahun. Pelaku diduga telah melakukan aksi bejatnya selama 3 tahun lebih, atau sejak korban berusia sekitar 9 tahun.

Kasatreskrim Polres Serang Kota AKP Mochamad Nandar membenarkan adanya penangkapan pelaku tindak pidana pencabulan di wilayah Kecamatan Kasemen. SM diamankan di rumahnya pada Selasa (20/4/2021) kemarin. “Iya sudah kita amankan,” katanya kepada Banten Raya, Rabu (21/4/2021).

Menurut Nandar, berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, korban sudah sering kali diperkosa oleh bapak tirinya. Perkosaan itu dilakukan sejak korban berusia 9 tahun. 

“Menurut korban sudah sering (diperkosa) sejak masih SD,” ujarnya.

Nandar mengungkapkan, perbuatan tak terpuji yang dilakukan oleh ayah tirinya terus diulang. Pada akhir Maret 2021, korban kembali diperkosa saat tidur di dalam kamar di rumahnya. 

“Sekitar jam 1 malam pelaku masuk ke kamar korban dan memperkosanya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ketika diperkosa, korban tidak melawan karena mendapatkan ancaman. Setelah melampiaskan nafsunya, pelaku memberikan uang sebesar Rp100 ribu agar korban tidak menceritakan perbuatan ayah tirinya. 

“Uang buat jajan, dan korban diminta untuk tidak bilang ke siapa-siapa,” jelasnya.

Nandar menambahkan, keesokan harinya saat mengaji, korban menceritakan peristiwa itu kepada saudaranya. Setelah itu korban dan saudaranya kembali menceritakan kejadian itu kepada guru ngajinya.

“Setelah bercerita, guru ngaji korban memanggil ibu korban dan menceritakan apa yang dilakukan oleh suaminya kepada anak perempuannya,” ujarnya.

Baca juga

Bejat! Ibu dan Ayah Tiri Ajak Anak Menonton Saat Berhubungan Badan Lalu Dicabuli

Ia menegaskan, setelah itu ibu korban melaporkan peristiwa itu ke Mapolres Serang Kota. Setelah mendapati cukup bukti, pelaku akhirnya ditangkap.

“Pelaku kita jerat dengan pasal 81, pasal 82 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” tegasnya. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp