DaerahKota Serang
Trending

Belum Ada Kejelasan Keberangkatan di Tahun Ini, Kemenag Tetap Rekap Paspor Calon Jemaah Haji

SERANG, BANTEN RAYA- Meski sampai saat ini belum ada kejelasan apakah haji akan dapat dilaksanakan tahun ini atau tidak, namun Kementerian Agama (Kemenag) Kota Serang tetap merekap paspor para jemaah haji. Ada 825 jemaah haji Kota Serang yang saat ini paspornya sudah selesai direkap.

Kepala Kemenag Kota Serang Lukmanul Hakim mengatakan, Kemenag saat ini tetap menyiapkan dokumen yang dibutuhkan untuk keperluan haji tahun 2021 yaitu paspor. Meski saat ini belum ada keputusan riil dari Kementerian Agama RI apakah haji akan dilaksanakan, namun pihaknya tetap menyiapkan segala sesuatunya.

“Administrasi jemaah haji tetap kita siapkan walau pun belum ada MoU antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi,” kata Lukmanul Hakim, Jumat (12/3/2021).

Lukmanul mengatakan, sebelumnya pada tahun 2020 paspor para jemaah haji sempat dikumpulkan Kemenag Kota Serang lau diserahkan ke Kanwil Kemenag Provinsi Banten untuk proses pembuatan visa, tetapi kemudian dikembalikan lagi kepada pemilik paspor karena khawatir hilang. Saat ini paspor itu dikumpulkan lagi untuk keperluan verifikasi dan pendataan juga pengurusan visa.

“Rencana Senin (15/3/2021) besok akan kami serahkan ke Kanwil Kemenag Banten,” ujarnya.

Lukmanul menyatakan, sejak 2020 paspor jemaah haji cukup di-scan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Banten lalu hasil scan tersebut diserahkan ke Kedutaan Besar dan keluarlah visa. Sebelumnya, paspor harus dibawa-bawa secara fisik ke Kebudataan Besar untuk mendapatkan visa.

Lukmanul mengungkapkan, sepekan ini telah datang surat dari Dirjen Penyelenggaraan Haji yang mengeluarkan kuisoner ke kepala kemenag se-Indonesia. Kuisioner dilakukan untuk memotret tanggapan dan reaksi serta aspirasi masyarakat ketika haji tidak dilakukan tahun 2020 lalu. Juga untuk melihat bagaimana harapan masyarakat terhadap Kemenag RI.

“Mungkin juga hasil kuesioner akan jadi pertimbangan penyelenggaraan haji tahun ini,” katanya.

Meski demikian, kata Lukmanul, ia meminta para jemaah haji agar tetap berdoa untuk jemaah dimohon bersabar menunggu keputusan pemerintah mengenai pelaksanaan haji tahun ini. 

“Mudah-mudahan ada keputusan terbaik dari pemerintah bahkan dari Allah,” katanya.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Serang Deni Rusli mengatakan, dalam rencana perjalanan haji (RPH) kloter pertama jemaah haji asal Kota Serang akan berangkat pada 15 Juni sebab pada 12 Juli adalah persiapan ke wukuf. Sementara pada 19 Juli adalah puncak haji di mana para jemaah haji akan wukuf di Arafah. “Sampai saat ini puncak haji tinggal 122 hari lagi, dari tanggal 12 Maret sekarang,” katanya.

Deni mengatakan, ada 825 jemaah haji Kota Serang yang seharusnya berangkat tahun 2020. Tetapi karena pandemi Covid-19 mereka gagal berangkat tahun lalu dan baru tahun ini akan dijadwalkan kembali. Meski demikian, keputusan berangkat atau tidak jemaah haji tahun ini tetap diputuskan oleh pemerintah pusat.

Menurutnya, ada tiga skema haji tahun ini. Skema pertama, Kemenag siap bila pemerintah memutuskan jemaah haji berangkat 100 persen. Skema kedua, Kemenag siap bila pemerintah memutuskan jemaah haji berangkat dengan pembatasan (tidak 100 persen). Skema ketiga, Kemenag juga siap bila pemerintah memutuskan jemaah haji tidak berangkat tahun ini.

Karena ada tiga skema itu, maka Kemenag tetap saja melaksanakan proses pelaksanan ibadah haji meski sampai saat ini MoU antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi belum ada. (tohir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp