DaerahKota Serang
Trending

Belum Serahkan Aset, Pengembang Perumahan di Kota Serang Sudah pada Kabur

SERANG, BANTEN RAYA – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Serang menyebutkan ada sejumlah perumahan di Kota Serang yang ditinggalkan oleh pengembang. Akibatnya, proses penyerahan aset berupa prasarana sarana dan utilitas (PSU)nya pun jadi terhambat. 

Hal ini disampaikan Kepala DPKP Kota Serang Iwan Sunardi saat acara Ngopi Sore bersama Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS) di halaman Sekretariat PWKS, tepatnya di eks Puspemkot Lama, Ciceri, Kota Serang, Selasa (30/3/2021) sore.

“Kalau banyak tidak, tapi ada beberapa. Di bawah sepuluh, di antaranya Komplek Depag, Ciceri permai, Taman Asri, RSS Pemda,” ujar Iwan, didampingi Kepala Bidang Perumahan DPKP Kota Serang Dadan Priatna dan Kasi Kasi Perencanaan dan Pendataan Permukiman DPKP Kota Serang Dedi Cahyadi.

Iwan menjelaskan, beberapa perumahan yang ditinggalkan oleh pengembang itu sebelum Kota Serang lahir. Karena tidak mungkin, pemerintah daerah membiarkan masyarakatnya yang menjadi korban.

“Karena tidak ada iktikad baik dari pengembang, dan pemerintah seolah-olah membiarkan kondisi perumahan yang tidak ideal,” jelas dia.

Untuk perumahan yang ditinggalkan oleh pengembangnya, masyarakat perumahan 

dapat mengajukan melalui tokmas, RT/RW, kelurahan, dan kecamatan mengetahui. 

Kemudian pihaknya akan melakukan verifikasi terkait data-data otentik, termasuk kondisi teknis dan administrasinya, baik itu pajak bumi dan bangunan (PBB)-nya, dan kondisi lain yang melibatkan tim verifikasi Kota Serang dalam hal ini proses penyerahan PSU pengembang yang sudah tidak ada.

“Ya itu nanti akan kita bicarakan dengan tokmas yang memberikan atau melimpahkan kepada Pemkot Serang. Data PBB walaupun tidak ada, data PBB yang ada di Pemkot Serang sebagai acuannya. Nah nanti kita akan melakukan musyawarah mufakat di sana. Hak dan kewajibannya seperti apa. Pada prinsipnya kami tidak akan mempersulit dan tidak akan menghambat perumahan-perumahan yang pengembangnya sudah tidak ada yang akan diserahkan melalui masyarakat,” bebernya.

Iwan menyebutkan, hingga saat ini sudah ada 52 dari total 220 perumahan yang menyerahkan PSU ke Pemkot Serang. Sementara sisanya akan dilanjutkan di tahun 2021 dan tahun berikutnya.

“Ya sekarang sudah ada 52 perumahan yang menyerahkan PSU nya, tinggal nanti dilanjutkan di tahun ini,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, masih ada ratusan perumahan yang belum menyerahkan PSU, hal itu karena kondisi konstruksi dan administrasi yang belum memenuhi syarat. Seperti persoalan PBB.

“Persoalan menyerahkan itu bukan hanya dalam kondisi baik saja, tapi juga administrasi harus baik,” ucap dia.

Oleh karena itu, pihaknya secara rutin melakukan sosialisasi kepada perumahan-perumahan yang ada di Kota Serang. Sehingga mereka dapat menyerahkan PSU dengan konstruksi dan administrasi yang baik. 

“Bahkan REI Banten pada 2020 memberikan penghargaan untuk Kota Serang yang saat ini mobile untuk mensosialisasikan penyerahan PSU,” terangnya.

Pihaknya pun menargetkan di 2021 paling tidak ada 110 perumahan atau 50 persen dari perumahan yang ada di Kota Serang telah menyerahkan PSU. 

“Ini target kami 50 persen dari total perumahan ya. Kami juga rutin dan akan terus sosialisasikan. Sementara untuk target keselurahan harus selesai 2023 atau sampai masa akhir jabatan Walikota dan Wakil Walikota Serang,” tandas Iwan.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) perumahan DPKP Kota Serang Dadan Priatna mengatakan, dalam penyerahan PSU, pihaknya tidak semata-mata langsung menerima. Sebab ada tim verifikasi lainnya yang terdiri dari OPD lain sesuai dengan tupoksinya.

 “Tim verifikasi ini nanti yang menilai kalau memang sudah bagus, maka kami terima PSU nya,” kata Dadan.

Setelah PSU diserahkan, pihaknya langsung menyusun anggaran untuk pemeliharaan, baik untuk jalan maupun PSU lainnya. 

“Kami langsung masukan dalam anggaran kegiatan untuk pemeliharaan. Ada jalan, taman, saluran, sampai dengan tempat pemakaman umum (TPU),” katanya. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp