DaerahKota Serang
Trending

Berunjuk Rasa Tanpa Izin, 3 Mahasiswa di Kota Serang Diamankan

SERANG, BANTEN RAYA- Tiga mahasiswa dari organisasi Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) diamankan unit reskrim Polres Serang Kota. Sebab, mereka belum mengantongi izin dari kepolisian untuk berunjuk rasa mengkritisi kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, di Lampu Merah Ciceri, Kota Serang, Selasa (18/5/2021).

Kasatreskrim Polres Serang Kota AKP Mochamad Nandar mengatakan, tiga orang mahasiswa tersebut yaitu Misbahudin selaku Ketua Kumala PW Serang, serta dua anggotanya yakni Usep Ridwan dan Mulyono. Ketiganya melakukan aksi unjuk rasa tanpa izin dari kepolisian.

“Diduga tiga mahasiswa tersebut melakukan unjuk rasa tanpa adanya pemberitahuan ke pihak kepolisian,” katanya kepada Banten Raya, Selasa (18/5/2021).

Menurut Nandar, selain tidak berizin, aksi untuk rasa yang dilakukan oleh ketiga mahasiswa itu juga dianggap mengganggu ketertiban dan kemananan masyarakat, khususnya pengendara jalan di perempatan Ciceri Serang. 

“Unjuk rasa tersebut melakukan bakar-bakar ban yang mengganggu aktivitas lalu lintas di jalan,” ujarnya.

Nandar menambahkan, kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 lembar spanduk, 1 pengeras suara, dan 1 ban yang telah dibakar. 

“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap ketiganya,” jelasnya.

Meski begitu, Nandar menegaskan, kepolisian tidak akan melakukan penahanan. Ketiganya akan dilakukan pembinaan dan diminta untuk membuat peryataan kepada pihak kepolisian. 

“Mereka kita minta untuk membuat pernyataan, agar tidak mengulanginya lagi,” tegasnya.

Nandar menambahkan, penyidik juga telah menghubungi kedua orang tua mahasiswa tersebut, dan diminta untuk datang ke Mapolres Serang Kota. 

“Kita panggil orangtuanya, dan mereka bisa pulang setelah dijemput keluarganya,” tambahnya.

Sementara itu, Misbahudin membenarkan jika dirinya diamankan di Mapolres Serang Kota. “Iya (diamankan). Tiluan (bertiga bahasa sunda),” katanya singkat melalui pesan WhatsApp. 

Dalam aksinya tersebut, Kumala Perwakilan Serang menyoroti kebijakan kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, khususnya kebijakan menutup tempat wisata pada 16-30 Mei 2021. Mereka menilai kebijakan itu sebagai bentuk arogansi gubernur, tanpa mempertimbangkan dampak negatif kepada masyarakat, khususnya pedagang di tempat wisata.

“Kumala Perwakilan Serang menuntut Gubernur Banten untuk mencabut Instruksi Gubernur Banten Nomor 556/901-Dispar/2021 tentang penutupan sementara destinasi wisata di Banten,” ujar Misbahudin saat unjuk rasa.

Misbahudin mengatakan, pedagang kecil di Banten selama setengah tahun pandemi Covid-19 menjerit karena penghasilan mereka menurun. Lalu ketika datang libur Idul Fitri, mereka berharap dapat menghasilkan uang untuk bisa bertahan hidup dari wisatawan yang datang ke tempat wisata. Namun tiba-tiba secara mendatang keluar kebijkan Gubernur Banten untuk menutup semua tempat wisata. 

“Kebijakan yang tidak peduli dan tidak mempertimbangkan masyarkatnya sendiri,” katanya.

Misbah mengatakan, kebijakan mendadak Gubernur Banten diniali konyol karena dikeluarkan di tengah jalan. Bila mau, kebijakan pelarangan tempat wisata seharusnya dilakukan jauh-jauh hari sebelum masa libur Lebaran tiba. Gubernur Banten memiliki bawahan yang merupakan orang-orang ahli seharusnya bisa mengkaji kebijakan ini sehingga tidak terkesan mendadak dan tidak matang.

“Kenapa pas masyarkat hendak berdatangan ke tempat wisata dan pedagang mulai berjualan ini malah ditutup? Padahal seorang Gubernur punya bawahan yang dapat mengkaji dan meninjau persoalan. Hal ini menunjukjan kurangnya pemahaman melihat situasi dan menganalisa kondisi,” ujarnya.

Misbahudin menyatakan, Gubernur Banten hendaknya tidak menyalahkan masyarakat dengan mengatakan mereka susah diatur. Sebagai seorang pemimpin, Gubernur harus memberikan pemahaman yang masuk akal agar mampu dimengerti oleh masyarakat. 

“Jangan jadi pemimpin arogan dan keras kepala yang bisanya menyalahkan bawahan tanpa mau disalahkan,” tegasnya. (darjat/tohir/rahmat)

Related Articles

Back to top button