DaerahEkonomi & BisnisKota Serang
Trending

Buruan! Hari Ini Bulog Gelar Operasi Pasar Daging di PIR, Harganya Cuma Rp95.000 per Kilogram

SERANG, BANTEN RAYA – Perum Bulog Subdivre Serang bekerjasama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menggelar operasi pasar (OP) daging kerbau dan sapi di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, Jumat (22/1/2021). Kegiatan tersebut dilakukan karena harga daging merah tersebut saat ini tengah melambung.

Staf Bidang Perdagangan Bulog Subdivre Serang Dedi Kiswanto mengatakan, OP daging sapi dan kerbau digelar untuk menstabilkan harga daging yang saat ini tengah tinggi di pasaran. 

“Jadi tujuan kita untuk menstabilkan harga daging sapi dan kerbau,” kata Ded ditemui saat menggelar OP di PIR.

Ia mengungkapkan, OP daging sapi dan kerbau ini tidak ada hubungannya dengan mogoknya para penjual daging merah di PIR. 

“Enggak ada hubungannya karena ini hanya kebetulan saja, karena kita sebelumnya memang sudah minta izin kepada Kepala UPT Pasar, seminggu sebelum operasi pasar,” ucap dia. 

Dedi menyebutkan, pihaknya menyediakan 260 kilogram (kg) daging kerbau, dan 20 kg daging sapi boneless (tanpa tulang-red). Harga daging sapi dijual Rp95.000 per kilogram. Dan harga jual daging kerbau Rp80.000 per kilogram.

“Sesuai kemampuan daya belinya saja. 1 kg sampai seterusnya. Kebanyakan yang pembeli ibu-ibu rumah tangga untuk dikonsumsi pribadi, ada yang bilangnya buat hajatan juga,” ungkapnya. 

Mengenai jadwal OP, ia mengaku hanya menjalankan instruksi pimpinannya semata.

“Kalau untuk rencana kita belum tahu masih sesuai arahan kepala Bulog nanti ya. Kalau untuk instruksi baru (untuk) hari ini saja,” jelas dia. 

Di tempat yang sama, Mantri Pasar Induk Rau (PIR) pada Disperindagkop Kota Serang Irwan Junaedi mengatakan, kegiatan OP daging sapi dan kerbau ini sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari. Pasalnya, sebelum OP pihaknya terlebih dahulu melakukan survei pedagang daging sapi dan kerbau di PIR, ternyata tidak ada yang jualan. Karena mungkin ada surat edaran dari Gabungan Pengusaha dan Penjual Daging (Gappeda) Banten.

“Jadi sebenarnya tidak ada kaitannya, karena ada kenaikan harga daging sapi dan kerbau.
Nah kebetulan hari ini pun jualan daging sapi dan kerbau lagi mogok. Malah hari ini saya baru tau surat edarannya,” ujar Irwan.

Ia mengungkapkan, berdasarkan kenyataan di lokasi, antusias masyarakat konsumen terhadap daging sapi dan kerbau beku agak berkurang.
“Mungkin karena konsumsi daging ini menengah ke atas. Jadi kayaknya antusiasnya agak kurang. Terus mindset (pola pikir-red) masyarakat lebih baik membeli daging segar ketimbang daging beku,” ungkap dia. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp