DaerahKota Serang
Trending

Calhaj di Kota Serang Ramai-ramai Tarik Dana Pelunasan Haji

SERANG, BANTEN RAYA- Akibat tidak jadi berangkat haji ke Tanah Suci Mekah, calon haji (calhaj) di Kota Serang berbondong-bondong menarik dana pelunasan haji. Mereka menarik dana pelunasan haji disebabkan karena sejumlah alasan.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Serang Lukmanul Hakim membenarkan ada sejumlah jemaah haji yang mengambil kembali uang pelunasan haji mereka. Namun begitu, jumlahnya tidak sampai 30 persen dari total jemaah haji yang seharusnya berangkat tahun ini sebanyak 743 orang.

“Dampak pembatalan keberangkatan haji tahun ini, ada 30 persen jemaah haji yang mengambil dana pelunasan haji,” ujar Lukmanul Hakim saat sosialisasi keputusan menteri agama nomor 660 tahun 2021 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1422 Hijriyah atau 2021 Masehi, di Aula Kantor Kemenag Kota Serang, Senin (7/6/2021).

Lukman menjelaskan, ada sejumlah alasan mengapa para jemaah haji ini menarik kembali uang pelunasan haji mereka. Beberapa alasan yang dikemukan misalkan karena sudah cerai, karena untuk biaya hidup sehari-hari lantaran suaminya diberhentikan kerja, untuk biaya pendidikan anak, dan lain-lain.

Menghadapi permintaan penarikan uang pelunasan haji itu, kata Lukman, ia selalu berusaha untuk bisa berdialog dengan jemaah yang mengajukan penarikan uang. Selain menanyakan alasan, ia juga akan menyarankan agar uang pelunasan haji tidak diambil.

Sebab berdasarkan sejumlah pengalaman yang pernah ia temui, uang yang diambil biasanya akan hilang begitu saja. Hal itu pernah dialami oleh saudaranya yang mengambil uang pelunasan haji untuk usaha, namun usaha yang dibangun tidak menghasilkan apa-apa.

“Saya hanya khawatir ketika waktu pelunasan haji mereka tidak memiliki uang buat melunasi, jadi tidak bisa berangkat,” katanya.

Meski menyarankan agar tidak mengambil uang pelunasan haji, namun bila jemaah haji yang bersangkutan sudah memiliki tekad bulat maka ia tidak akan menghalangi. Sebab walau bagaimana pun itu adalah uang jemaah. Lukman mengaku hanya memberikan pandangan dan membagi pengalaman yang didapatkannya.

“Kami hanya berikan wejangan ke jemaah haji yang akan mengambil dana pelunasan. Tapi kalau sudah bulat kita tidak bisa menghalang-halangi,” katanya.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kementerian Agama Kota Serang Deni Rusli mengatakan, kemarin piahknya menyosialisasikan keputusan menteri agama nomor 660 tahun 2021.

BACA JUGA: 9.374 Calhaj Banten Gagal Berangkat, Antrean Haji Jadi 26 Tahun

Hal itu penting dilakukan agar jemaah haji di Kota Serang mendapatkan informasi yang benar, tepat, dan akurat tentang hal ihwal perhajian. Sosialisasi juga berguna menepis sejumlah informasi bohong tentang haji yang ramai di media sosial.

“Kami undang sebagai peserta sosialisasi KBIHU (kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah), kepala KAU, penyuluh, pengawas, dan ormas Islam seperti IPHI, DMI, dan lain-lain, karena mereka kepanjangan tangan kami agar menyampaikan batalnya keberangkatan ibadah haji ke masyarakat, sehingga informasi satu arah dan tidak simpang siur,” katanya. (tohir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp