Kota Serang
Trending

Cegah Penyebaran Korona, Ponpes di Banten Terapkan Karantina Mandiri

SERANG, BANTEN RAYA- Munculnya klaster baru Covid-19 di pondok pesanten (ponpes) di Jawa Barat, membuat pengelola pondok pesantren (ponpes) di Provinsi Banten bersikap waspada. Sebab, pondok pesantren berpotensi menjadi institusi dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

Sekjen Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten Dr H Fadlullah menjelaskan, sejak pergantian tahun 2020 ke 2021 pesantren di Banten telah menerapkan karantina mandiri, yakni pola karantina yang dilakukan terbatas dan diselenggarakan secara mandiri oleh pesantren. Hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya pengelola ponpes mengantisipasi penyebarang Covid-19 di lingkungan ponpes.

“Karantina mandiri ini dalam konteks sekarang seperti Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, karena pesantren merupakan sub kultur dari masyarakat luas,” kata Fadlullah, Selasa (23/2/2021).

Selain karantina mandiri, kata dia, pesantren di Banten juga telah melaksanakan rapid test kepada para santri sebagai tindakan preventif saat masuk ke pesantren. Dia menjelaskan, setelah dilakukan karantina mandiri selama 14 hari dan tidak ada kasus Covid-19, santri bebas berinteraksi. Karantina khusus juga diterapkan untuk pengurus atau ustad di pesantren yang melakukan kunjungan ke luar.

Fadlullah juga menyatakan, sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19, pesantren telah meniadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang. “Sudah tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang luar, termasuk orang tua. Ini bentuk preventif terhadap penyebaran Covid-19,” katanya.

Berkenaan dengan program vaksinasi Covid-19, Fadlullah meminta pemerintah memasukkan pesantren dalam kelompok khusus. “Vaksinasi kan datanya berdasarkan data kependudukan. Sementara santri datanya menginduk ke orang tuanya masing-masing,” katanya.

Fadlullah mengatakan, untuk meminimalisasi terpaparnya para santri di lingkungan pesantren, protokol kesehatan sangat ditekankan yakni dengan budaya 5 M yaitu, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau handzenitaiser, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang tidak penting.

Fadlullah mengatakan perlu kerja sama yang baik untuk perubahan perilaku agar ponpes tidak menjadi klaster baru. Menurutnya, upaya pemerintah melakukan vaksinasi merupakan langkah pencegahan yang baik, namun perlu juga memberikan edukasi yang menyeluruh kepada mayarakat.

“Sehingga masyarakat tidak ragu lagi dalam menerima vaksin dan perlu percepatan vaksinasi terhadap masyarakat umum. Selain itu diharapkan pemerintah mampu membuat vaksin sendiri tanpa harus mengandalkan vaksin dari luar negeri,” ujarnya.

Langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren yang juga perlu diperhatikan adalah menjaga kebersihan lingkungan pesantren. Mulai dari kebersihan kamar tidur, peralatan makan, juga peralatan beribadah perlu dipastikan higienis dan tidak dipakai bergantian. Selain itu dibutuhkan penekanan bagi santri yang mengalami gejala ringan agar segera melapor ke pengelola pesantren untuk mendapat tindakan cepat.

“Sehingga jika ditemukan gejala Covid-19 maka penanganan di pesantren jauh lebih mudah karena sedikit lalu lalang, dari pada di lingkungan masyarakat umum. Perlu juga membatasi jumlah pengunjung agar mampu menekan intensitas pertemuan dengan orang luar yang berpotensi menularkan virus korona,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, jadwal kunjungan dari wali santri pun dibatasi serta diberikan jarak saat bertemu dengan santri,serta dilarang bersentuhan fisik. “Memang mengubah perilaku dari tak siap menjadi siap itu harus dipaksa, demi perubahan lebih baik,” ujarnya.

Dalam keterangan pers, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, pesantren menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 di Jawa Barat. Klaster pesantren tersebut saat ini terjadi di Kuningan. Untuk itu perlu mendapat perhatian khusus dan serius. (rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp