DaerahKota Serang

China dan Jepang Siap Investasi di Kota Serang

SERANG, BANTEN RAYA- Investor asal China dan Jepang tertarik berinvestasi di Kota Serang pada tahun 2021. Salah satu perusahaan yang tertarik menanam investasinya bergerak pada bidang produksi lampu LED.

Hal itu disampaikan oleh Kepala DPMPTSP Kota Serang Achmad Mujimi usai menghadiri acara konsultasi publik yang dihelat di Hotel Le Semar, Bhayangkara, Kelurahan Sumur Pecung, Kota Serang, Rabu (16/12/2020).

Achmad Mujimi mengatakan, dua investor asal Negeri Tirai Bambu dan Negeri Sakura itu sudah mendaftarkan untuk menanamkan modalnya di Ibukota Provinsi Banten. Bahkan perwakilan investor dari China yakni perusahaan lampu LED sudah bertemu dengan OPD terkait.

“Kalau yang investor Jepang itu belum ketemu dengan saya. Kalau yang dari China sudah ketemu perwakilannya dengan saya. Mereka sudah membutuhkan lahan seluas 200 hektare,” ujar Mujimi kepada Banten Raya.

Ia menjelaskan, kehadiran dua investor asing tersebut otomatis bakal mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perizinan. Terlebih pihaknya tahun 2021 ditarget PAD sektor perizinan sebesar Rp15 miliar dari target semula Rp5 miliar.

“Di atas Rp5 miliar, kalau nilai investasi dari dua pengusaha itu mencapai Rp10 miliar. Karena kalau yang di sana kan semuanya industri. Perumahan yang di Curug seluas 400 hektare juga nilai yang cukup besar, jadi insya Allah Kota Serang terpenuhi Rp15 miliar,” jelas dia.

Oleh karena itu, pihaknya berharap perda RTRW segera diundangkan, sebab hal itu kunci dalam meraih PAD sektor perizinan. “Kami optimis kemarin laporan dari Bappeda Kota Serang sudah di kementerian. Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa diundangkan, sehingga kami bisa menerima investor. Kalau perda RTRW ini lambat, ya mungkin Rp15 miliar tidak tercapai,” terangnya.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, jelang akhir tahun ini pihaknya melakukan evaluasi pada OPD perizinan bahwa nilai investasi pada tahun ini capai Rp3,1 triliun. Kemudian PAD yang diperoleh DPMPTSP sampai sekarang baru 80 persen, jadi tidak sesuai target.

“Tahun kemarin malah melebihi target mencapai 125 persen. Sekarang baru 80 persen. Oleh karena itu pada hari ini DPMPTSP mengadakan konsultasi publik untuk optimalisasi pelayanan, sehingga pelayanan ini kita optimalkan otomatis PAD juga akan meningkat,” kata Syafrudin.

Ia menjelaskan, belum tercapainya target itu 100 persen, karena akibat pandemi Covid-19. Terhitung pada bulan Maret hingga Agustus pemasukan PAD perizinan turun drastis. 

“Dari sebelum Maret itu setiap bulan minimal Rp500 juta untuk pemasukan Kota Serang. Kemudian Maret terjadi penurunan yang signifikan dari Rp500 juta, sampai Rp200 juta di bulan Mei malah sampai Rp20 juta. Kemudian menggeliat kembali di bulan Agustus sampai November,” ucap dia.

Ia berharap di sisa waktu Desember tahun ini, target 100 dari sektor perizinan tercapai. “Yang 20 persen ini dikejar dari hari ini mungkin sampai akhir Desember 2020. Mudah-mudahan tercapai, kalau pun tidak kan kondisinya lagi pandemi Covid-19. Karena yang mestinya di pertengahan tahun ini sudah harus mencapai 80 persen, ini akhir tahun baru 80 persen,” terangnya. (harir/rahmat

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: