DaerahKota Serang
Trending

Cuma Cari Untung, Waspada! Makanan Kedaluwarsa Marak Dijual di Bulan Puasa

SERANG, BANTEN RAYA- Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Serang mewanti-wanti agar warga mewaspadai adanya penjualan makanan olahan yang sudah kedaluwarsa. Penjualan makanan olahan dengan kondisi tersebut diyakini akan meningkat seiring meningkatnya permintaan masyarakat akan makanan selama Ramadan.

“Ada kecenderungan penjualan makanan olahan yang kedaluwarsa selama Ramadan meningkat,” kata Kepala Diskoperindag Kota Serang Akhmad Zubaidillah, Selasa (13/4/2021).

Ia mengatakan, biasanya karena kebutuhan dan permintaan makanan serta minuman cukup tinggi selama Ramadan, kondisi ini akan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menjual makanan olahan yang kedaluwarsa. Tujuannya untuk meraih keuntungan dengan cara yang curang. Hal ini yang mesti diwaspadai oleh masyarakat. “Makanya masyarakat harus hati-hati,” katanya.

Guna mengantisipasi agar tidak tertipu, kata dia, warga disarankan melihat dengan seksama kemasan makanan juga tanggal kedaluwasa. Hal ini untuk memastikan makanan olahan yang mereka beli benar-benar aman saat akan dikonsumsi.

“Masyarakat agar melihat tanggal kedaluwarsa (expired date) sebelum membeli,” ujarnya.

Zubadilillah menuturkan, selain melihat tanggal kedaluwarsa, konsumen juga bisa melihat dari kondisi kemasan guna memastikan makanan yang mereka beli masih layak konsumsi. Ia menyarankan masyarakat tidak membeli makanan dengan kemasan rusak atau kotor. “Kalau kemasan kaleng kalau penyok jangan dibeli,” katanya.

Toro, staf Diskoperindag Kota Serang yang biasa memantau makanan dan minuman saat Ramadan mengatakan, seperti pada tahun-tahun sebelumnya akan ada pemantauan makanan dan minuman saat Ramadan. Pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan makanan dan minuman yang beredar di pasaran aman bagi konsumen. “Kita rencanakan minggu depan,” katanya.

Pemeriksaan akan dilakukan di pasar tradisional dan modern. Adapun yang diperiksa adalah makanan olahan, baik yang dalam kemasan maupun tidak. Bahkan makanan tradisional seperti kolang kaling, pacar cina, dan lain sebagainya juga akan diperiksa.

Pemeriksaan biasanya melibatkan instansi lain seperti Dinas Kesehatan dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang. (tohir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp