DaerahKota Serang
Trending

Diduga Ada Kubu Walikota dan Kubu Wakil Walikota, ASN Pemkot Serang Terbelah?

SERANG, BANTEN RAYA – Komisi I DPRD Kota Serang mencium adanya pembelahan di kalangan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Serang. Bahkan terdengar kabar adanya ASN yang masuk ke tubuh Walikota Syafrudin dan ASN yang masuk ke Wakil Walikota Subadri Usuludin.

Ketua Komisi I DPRD Kota Serang Bambang Janoko mengatakan, adanya isu pembelahan ASN di lingkungan Pemkot Serang membahayakan bagi keberlangsungan roda pemerintahan. Sebab dengan adanya pembelahan seperti itu maka orang-orang yang dianggap merupakan orang wakil walikota akan tidak loyal kepada perintah walikota. 

Pun sebaliknya, orang yang dianggap merupakan orang walikota tidak akan loyal menjalankan perintah dari wakil walikota. “Seluruh ASN harus jadi satu bukan orang Pak Wali dan bukan orang Pak Wakil,” katanya, Senin (8/2/2021).

Menurut politikus PDIP itu, setelah walikota dan wakil walikota memenangkan pilkada seharusnya sudah tidak ada lagi kubu A dan kubu B. Ia malah sedikit aneh, karena biasanya setelah pilkada usai yang ada adalah kubu yang menang dan kalah. Sementara di Kota Serang malah kubu yang menang yang bersebelahan.

“Jangan sampai ada matahari kembar di Kota Serang ini,” tegasnya.

Isu pembelahan itu semakin kentara ketika ada pelantikan pejabat. Sempat ada kabar ketidakharmonisan di tubuh Pemkot Serang. Hal itu seharusnya tidak terjadi bila masing-masing pihak menyadari hak dan kewajiban mereka sesuai dengan aturan yang terjadi. Bambang meyakini, bila semua pihak mengacu pada aturan maka tidak akan ada perselisihan.

Bambang meminta, dengan adanya isu pembelahan ASN tersebut agar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin sebagai koordinator seluruh OPD masalah ini. Dengan demikian, tidak ada lagi timbul ASN ke walikota dan wakil walikota. Sebab, bila hal ini dibiarkan maka akan berdampak pada ketidakseimbangan bagi berjalannya roda organisasi Pemkot Serang.

“Pak Sekda harus bisa menyatukan kalau benar seolah-olah ada orangnya Pak Badri dan Pak Syafrudin,” ujarnya.

Menurut Bambang, menyatukan kubu A dan B ini menjadi tugas berat sekda. Ia bahkan secara pribadi sudah menyampaikan pesan kepadanya mengenai perpecahan ASN di Kota Serang. Ia pun menantang sekda yang baru itu untuk menyelesaikannya.

“Inilah tugas berat Pak Sekda. Tantangan buat Pak Sekda mampu enggak ini,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, gerak gerik ASN diatur dalam Undang-undang tentang ASN. Salah satu yang menjadi titik berat dalam undang-undang itu adalah ASN tidak boleh berpolitik. ASN, sebagaimana dalam aturan tersebut harus bersikap profesional.

“Justru ASN harus memperat persatuan di dalam,” katanya.

Nanang sendiri membantah adanya isu pembelahan ASN di Kota Serang. Menurutnya ASN Kota Serang saat ini solid dan tegak lurus menjalankan perintah walikota dan wakil walikota. Bersinergi untuk merealisasikan janji-janji kampanye mereka yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

“Kita kawal Pak Wali dan Pak Wakil sampai masa akhir jabatan mereka di tahun 2023,” pungkasnya. (tohir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp