DaerahKota SerangPendidikan
Trending

Efek Belajar Daring, Siswa yang Diberi PR Tapi Ortu yang Sibuk Mengerjakan

SERANG, BANTEN RAYA- Sejumlah kepala sekolah di Kecamatan Taktakan, Kota Serang mengaku merindukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Sebab, ada sejumlah efek buruk yang ditimbulkan dari belajar daring atau belajar online dari rumah. Salah satunya adalah peran orangtua (ortu) yang ikut mengerjakan soal pekerjaan sekolah milik anak mereka.

“Sehingga yang kami dapatkan adalah nilai palsu, karena yang mengerjakan ortunya,” ujar Plt Kepala SD Negeri Drangong 1 Inah Hermina usai diskusi Ngopi Bareng antara K3S Kecamatan Taktakan dengan Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS), di Lawang Seketeng UPT Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Taktakan, Jalan Raya Taktakan Gunung Sari, Kota Serang, Rabu (7/4/2021).

Inah meyakini, selama belajar dari rumah orangtua yang lebih banyak belajar dibandingkan dengan anak mereka. Indikasi adanya peran orangtua yang mengisi soal anak dapat dilihat dari tulisan yang rapi dan ketepatan jawaban sampai 100 persen. 

Padahal soal itu ditujukan untuk anak kelas I SD yang selama mereka masuk sekolah langsung belajar di rumah. “Hasil belajar dari rumah sampai pemahaman 50 persen saja sudah alhamdulillah,” katanya.

Efek buruk dari belajar dari rumah adalah ada siswa yang sebelumnya sudah paham perkalian ketika selama setahun belajar dari rumah mereka lupa dengan perkalian. Karena itu, ia berharap agar segera belajar tatap muka.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Taktakan Mad Yani mengatakan, sebanyak 90 persen sekolah yang ada di Kecamatan Taktakan menyatakan siap melaksanakan belajar tatap muka. Hal itu bisa dilihat dari pengisian formulir oleh sekolah. Bahkan sampai saat ini guru yang divaksin di Kecamatan Taktakan sudah mencapai 80 persen. 

“Kami sudah sangat siap melaksanakan belajar tatap muka,” kata Yani.

Sekretaris Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Taktakan ini mengatakan, baik guru maupun siswa sudah kangen dan rindu karena banyak kendala belajar dari rumah dan lebih efektif belajar tatap muka. Bahkan beberapa siswa setiap hari ada saja yang ke sekolah hanya untuk melihat sekolah atau bermain sepak bola.

Belajar dari rumah juga mempunyai banyak kendala. Daerah Kecamatan Taktakan yang umumnya berbukit membuat sinyal tidak masuk di beberapa tempat. Belum lagi dalam satu keluarga hanya bapak dari si anak yang memiliki ponsel. Akibatnya, belajar dari rumah baru bisa dilakukan ketika sang bapak sudah pulang dari kerja ketika sore bahkan malam hari.

Hal senada juga diungkapkan Ketua K3S Kecamatan Taktakan Tatang. Menurutnya, mayoritas guru dan siswa sudah sangat ingin belajar tatap muka. Namun, belajar tatap muka tetap harus memiliki dasar hukum, yaitu keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Walikota Serang, bahkan Gubernur Banten. Sampai saat ini keputusan itu masih belum keluar sehingga sekolah masih harus menunggu. (tohir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp