Kota Serang
Trending

FKUB Gandeng Kemenag dan Polda Banten dalam Sosialisasi PBM Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 Bagi Penyuluh Agama

SERANG, Banten Raya – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten menggelar acara Sosialisasi PBM Nomor 9 dan 8 Tahun 2006, yang dilaksanakan di Hotel Le Semar. Sosialisasi ditujukan untuk para penyuluh dari berbagai agama se provinsi Banten.

Acara dibuka oleh Ketua FKUB Provinsi Banten H. A. M. Romly dan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten H. Nanang Fatchurochman beserta Kapolda Banten Irjen Pol. Rudy H.A. Nugroho.

Saat membuka acara, Ketua FKUB mengatakan bahwa inti dari PBM adalah pembinaan, perlindungan, dan peningkatan kualitas pada kerukunan umat beragama. Sedangkan penyuluh agama merupakan garda terdepan dari kerukunan, karena tugasnya untuk memberikan bimbingan langsung ke umat. Penyuluh merupakan objek vital dalam membangun dalam hal aspek pembangunan agama.

“Saya berharap para penyuluh agama terus memberikan pembinaan dan pencerahan kepada umat beragama agar masyarakat teredukasi dengan baik sehingga terhindar dari paham radikalisme dan hidup dalam bingkai kerukunan.” Kata Romly, kemarin.

Romly menghimbau, agar tidak ada lagi yang terpapar pemahaman radikalisme, kemudian deradekalisme masyarakat yang pernah terpapar agar tidak terpapar  kembali oleh paham radikalisme, pungkasnya.

“FKUB Provinsi Banten bersama dengan Polda Banten dan Kementerian Agama terus berupaya untuk bersama-sama bersinergi dalam merawat dan menjaga kerukunan di Provinsi Banten.” tutup ketua FKUB.

Pada kesempatan ini, Kapolda Banten, Irjen Pol. Rudy H.A. Nugroho, memberikan penjelasan tentang maraknya paham radikalisme yang bersumber dari berbagai media, baik online maupun media lainnya. Kapolda menekankan bahwa jangan sampai paham radikalisme dikaitkan dengan salah satu agama, karena semua ajaran agama melarang radikalisme ataupun teror. Dibutuhkan peran semua pihak baik para orang tua, masyarakat, pemerintah, dan aparat untuk bersama-sama mencegah berkembangnya paham-paham yang berbahaya.

“Banyak hal yang sudah dilakukan Polda Banten dalam hal ini menangani aksi-aksi radikalisme,  dalam hal ini tim Cyber Patrol Polda Banten berhasil melakukan penangkapan yang dimulai dari hasil penelusuran jejaring sosial media. Dari interogasi yang dilakukan tim memang betul mereka pelaku radikalisme ini memiliki grup WA untuk memberikan pengaruh jihad via online, jihad bagi mereka itu adalah sudah harga paling tinggi.” tambah Kapolda.

Dalam sambutannya Kakanwil Kemenag Provinsi Banten H. Nanang Fatchurochman menyampaikan terima kasih atas diselenggarakannya acara ini, acara ini sebagai gambaran bahwa Banten merupakan provinsi yang rukun. Hal ini dibuktikan dengan penyuluh-penyuluh agama yang hadir bisa berbaur tanpa memandang agama masing-masing.

“Penyuluh Agama sebagai ujung tombak Kementerian Agama diharapkan dapat berperan sebagai informatif, edukatif, dan konsultatif. Peran sebagai informatif dan edukatif yaitu menyampaikan informasi yang benar dan mendidik umat. Sebagai konsultatif adalah mampu memecahkan beragam persoalan yang dihadapi masyarakat/umat beragama.” kata Kakanwil Kemenag.

“Saatnya Penyuluh Agama menghadirkan wajah agama yang ramah,  ajaran agama yang penuh dengan kasih sayang.” tutup Kakanwil. (Satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp