DaerahKota Serang
Trending

Gelar Pertemuan, PKS dan FSPP Banten Sepakat Bangun Sinergi Umat

SERANG, BANTEN RAYA- Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Provinsi Banten berkunjung ke Sekretariat FSPP Provinsi Banten di Cikulur Kota Serang, Rabu (19/5/2021). Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk membangun sinergitas umat dalam memajukan sistem pendidikan dan ekonomi pondok pesantren (ponpes).

Ketua DPW PKS Provinsi Banten Gembong Rusdiansyah Sumedi menjelaskan, bahwa PKS adalah partai dakwah yang lahir dari umat dengan visi Islam rahmatan lil’alamin. PKS sangat menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan ideologi negara berdasarkan Pancasila, Undang-undang Dadar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan bhinneka tunggal Ika. 

Dalam konteks keumatan, PKS memiliki visi yang sama dengan FSPP dalam upaya mencerdaskan kehidupan umat dan memajukan kesejahteraan warga ponpes.

“PKS juga sangat mengapresiasi kiprah FSPP selama ini dalam memajukan sistem pendidikan dan ekonomi ponpes,” ujar melalui keterangan tertulis yang diterima bantenraya.com, Kamis (20/5/2021). 

Sekretaris DPW PKS Provinsi Banten Ruhamaben mengaku, sangat tertarik dengan program pemberdayaan FSPP dalam pengembangan ekonomi dan ketahanan pangan berbasis pondok pesantren. Dia meyakini, kolaborasi pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Banten itu memiliki potensi yang dahsyat dalam mewujudkan kemandirian dan daya saing umat Islam. “Dengan ilmu dan taraf hidup yang lebih baik,” katanya. 

Ketua Presidium FSPP Provinsi Banten KH Anang Azharie Alie menyampaikan apresiasi atas kunjungan DPW PKS Provinsi Banten. Ia menjelaskan bahwa FSPP adalah organisasi tempat berhimpunnya kyai pimpinan ponpes di wilayah Banten. Anggota FSPP sendiri adalah pondok pesantren dengan beragam model, baik modern maupun salafiyah, dan terafiliasi dengan beragam pemikiran keagamaan. 

Lebih lanjut dijelaskannya, FSPP adalah organisasi terbuka yang menghimpun semua pesantren di wilayah Banten. Mulai yang terafiliasi NU, Muhammadiyah, Persis, Al Khairiyah, Mathla’ul Anwar atau lainnya.

“Termasuk ponpes yang dipimpin oleh kader PKS. FSPP berdiri di atas dan untuk semua golongan. Misi utama FSPP adalah silaturahim dan pemberdayaan,” paparnya. 

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal FSPP Provinsi Banten menjelaskan, bahwa FSPP berasaskan Islam dengan menjunjung tinggi dan mengawal penerapan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945 dalam kerangka NKRI. Struktur organisasi FSPP ada di 8 Kabupaten/Kota dan menjangkau 155 kecamatan di wilayah Banten.

Dijelaskannya, program perioritas FSPP pada 2021 adalah meneguhkan identitas pesantren sebagai lembaga tafaqquh fid Din dan mengembangkan ekonomi berbasis ponpes dan komunitas. Pada tahun ini pula FSPP berencana menggelar musabaqah qiraatul kutub (MQK) karya Syekh Nawawi Al-Bantani.

“Kemudian meneruskan program ketahanan pangan melalui kegiatan pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan kegiatan agribisnis rumah transaksi ponpes,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Provinsi Banten Sudarman merespon baik program MQK yang digagas FSPP Provinsi Banten. Menurutnya, program itu sama dengan program lomba baca kitab kuning yang digelar PKS. Jika PKS selama ini fokus pada kitab Fathul Mu’in, FSPP mengutamakan karya dan kearifan lokal dari intelektual muslim asal Banten yang bertaraf internasional. 

BACA JUGA: FSPP Banten Usulkan Pengelolaan Zakat Berbasis Masjid dan Ponpes

Oleh karena itu, Sudarman membuka diri untuk dirintis kerjasama dan sinergi program PKS bersama FSPP. “Membangun tradisi kitab kuning mulai tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga Kecamatan di seluruh wilayah Banten,” pungkasnya. 

Kunjungan DPW PKS ke Sekretariat FSPP Provinsi Banten diakhiri dengan berbagi cinderamata. FSPP menyerahkan cinderamata berupa tanaman Porang dengan media tanam polybag. Porang merupakan komoditas unggulan yang menjadi kebanggaan FSPP sejak tahun 2020. (*/dewa)

 

Related Articles

Back to top button