DaerahKota Serang
Trending

Habis Libur Lebaran Malah Bolos Kerja, Tunjangan 11 ASN Kota Serang Terancam Dipotong

SERANG, BANTEN RAYA- Sebanyak 11 pegawai ASN di lingkungan Pemkot Serang terancam dipotong tunjangannya lantaran bolos usai libur Lebaran 2021. 

Mereka diketahui tidak hadir ketika pelaksanaan apel upacara pagi di Puspemkot Serang, Senin (17/5/2021), dan sidak kehadiran ASN ke 32 organisasi perangkat daerah (OPD) ketika hari pertama masuk kerja ASN setelah libur Hari Raya Idul Fitri.

Sekda Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, informasi terakhir ada 11 ASN yang tidak hadir ketika hari pertama kerja tanpa keterangan. Akan tetapi mengenai alasan mengapa mereka tidak hadir sampai saat ini masih dikonfirmasi oleh BKPSDM Kota Serang.

“Bila kemudian diketahui ternyata bolos karena tidak ada alasan yang jelas, maka kesebelas ASN itu terancam akan dipotong tunjangannya pada 1 Juni mendatang,” ujar Nanang, ditemui di ruang kerjanya di Setda lantai 2 Puspemkot Serang, Selasa (18/5/2021).

Ia menjelaskan, pemotongan tunjangan ini dilakukan untuk memberikan rasa adil bagi semua pegawai di Kota Serang. 

“Jangan sampai pegawai yang selama ini bekerja secara rajin merasa diperlakukan tidak adil lantaran mereka yang melanggar aturan pun dibiarkan begitu saja,” jelas dia.

Nanang menuturkan, pemotongan tunjangan ini tidak hanya berlaku bagi ASN eselon rendah saja, melainkan juga ASN dengan eselon tinggi seperti eselon II setingkat kepala dinas. 

Untuk besaran potongan tunjangannya hal itu diserahkan kepada BKPSDM kota Serang yang mengetahui secara detail berapa tunjangan yang harus dipotong sesuai dengan aturan yang berlaku. “Jelasnya silakan tanya Kepala BKPSDM ya,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, kehadiran ASN sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama dalam memberikan pelayanan publik untuk masyarakat. Karena itu bila mereka melanggar aturan dengan tidak hadir tanpa alasan maka akan ada sanksi. 

Menurutnya, aturan akan bisa berjalan secara maksimal bila ada reward and punishment kepada mereka yang melanggar dan dan memiliki prestasi, sehingga keberadaan aturan tidak hanya tajam ke atas tetapi tumpul ke bawah.

“Namun pemotongan tunjangan ini tidak berlaku bagi ASN yang tidak hadir, namun memiliki alasan yang bisa diperbolehkan seperti izin sakit, melahirkan, dan meninggal dunia,” jelasnya.

Terpisah, Kepala BKPSDM Kota Serang Ritadi Bin Muhsinun menyebutkan, hasil sidak ASN pada hari pertama kerja pasca libur lebaran Idul Fitri di 32 OPD di lingkungan Pemkot Serang terdapat 911 orang ASN yang dinyatakan hadir dari 933 orang. 

Tercatat yang cuti melahirkan 1 orang, cuti alasan penting 3 orang, cuti sakit 6 orang, cuti luar tanggungan negara (CLTN) 1 orang dan tanpa keterangan 11 orang. Persentase kehadirannya 98 persen. Persentase tidak hadir 2 persen.

Ia juga menyebutkan, pada saat sidak apel pagi, pihaknya mencatat jumlah pejabat eselon II sebanyak 27 orang, jumlah yang hadir 4 orang, dan tanpa keterangan 4 orang. Sementara jumlah pejabat eselon III sebanyak 142 orang, jumlah yang hadir 127 orang, tanpa keterangan 15 orang.

“Sebelas ASN tanpa keterangan dikasih teguran oleh kepala OPD masing-masing, karena mungkin hanya satu hari mungkin satu persen. Satu persen tergantung besarnya TPP kan beda-beda eselon 4 dan eselon 3. Pemotongan TPPnya bulan depan,” kata Ritadi.

BACA JUGA: Turunkan 10 Tim, Pemkab Serang Belum Temukan ASN Mangkir

Sebelas ASN yang tanpa keterangan itu, lanjut dia, tersebar di masing-masing OPD. “Tidak dominan di satu OPD.

Kendati demikian, Ritadi menyatakan bahwa bila dibandingkan pada tahun 2020 angka ketidakhadiran ASN di hari pertama kerja pasca libur lebaran ini menurun.

“Kalau sekarang kan 11 tanpa keterangan, karena kan kita gak ada yang mudik,” katanya. (harir)

Related Articles

Back to top button