DaerahEkonomi & BisnisKota Serang
Trending

Harga Telur Ayam Broiler di Kota Serang Anjlok

SERANG, BANTEN RAYA- Harga telur ayam broiler di pasar tradisional di Kota Serang mengalami penurunan cukup tajam. Semula harga telur ayam broiler Rp28.000 per kilogram (kg) lalu turun menjadi Rp22.000 per kg.

Berdasarkan pantauan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Serang, penurunan harga telur ayam broiler turun secara bertahap dari mulai Rp28.000 ke Rp25.000 lalu ke Rp24.000, dan sekarang Rp22.000 per kg. Padahal ketika awal Januari harga ayam broiler masih tinggi.

“Januari harganya masih tinggi masih Rp28.000 per kilo,” kata staf Bidang Perdagangan Toro, Senin (1/2/2021).

Toro menyatakan, penyebab turunnya harga telur ayam broiler lantaran pasokan telur ayam broiler saat ini sudah mulai stabil. Hal ini juga ditambah dengan tidak adanya permintaan akan telur secara tinggi sehingga harga ayam telur menjadi turun. “Sekarang cenderung sepi,” katanya.

Belum lagi harga pakan saat ini juga tidak mengalami kenaikan. Pakan biasanya menjadi salah satu pemicu kenaikan harga telur atau harga ayam. Sebab pakan masih impor dari negara lain, sehingga bergantung pada nilai tukar Dollar. 

“Sekarang juga ayam petelurnya sudah siap bertelur jadi stabil,” tuturnya.

Sebelumnya, kata Toro, kenaikan telur dipicu oleh banyak ayam petelur yang afkir, sehingga tidak produktif menghasilkan telur. Selain itu banyak masyarakat yang menggelar hajat perkawinan sehingga permintaan akan telur naik. 

“Permintaan telur juga kan turun sekarang, sehingga harga normal,” katanya.

Berbeda dengan telur ayam broiler, telur ayam kampung malah mengalami kenaikan menjadi Rp2.500 per butir dari yang sebelumnya yang hanya Rp2.000 per butir. Kenaikan telur ayam kampung terjadi sejak Januari lalu karena mulai banyak orang yang mengkonsumsi telur ayam kampung untuk campuran jamu.

“Permintaan telur ayam kampung tinggi karena banyak yang minum jamu buat ketahanan badan menghadapi korona,” kata Toro.

Kepala Diskoperindag Kota Serang Akhmad Zubaidillah mengatakan, secara umum kondisi di Serang harga telur dipengaruhi momen Maulid Nabi Muhammad SAW dan hajatan pernikahan atau harga pakan yang naik karena masih impor. Karena ketiga penyebab itu tidak terjadi saat ini, maka harga telur menjadi turun.

Penyebab penurunan harga telur ayam broiler disebabkan karena pasokan sudah dalam kondisi semula. Kemudian permintaan juga tidak sebanyak sebelum Covid sehingga harga telur stabil.

“Kalau telur ayam kampung banyak dicari karena banyak orang ingin meningkatkan stamina. Saya juga rutin mengkonsumsi telur ayam kampung ditambah susu kental manis, dan merica. Sehari sekali sampai dua kali. (tohir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp