DaerahEkonomi & BisnisKota Serang
Trending

Heboh Kabar Pengenaan Pajak Baru untuk Pulsa hingga Token Listrik Per 1 Februari, Ini Kata Ditjen Pajak

SERANG, BANTEN RAYA – Ramai perbincangan publik seputar rencana pemerintah yang akan mengenakan pajak baru per 1 Februari 2021 usai keluarnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 6/PMK.03/2021. Informasi yang beredar, Kementerian Keuangan RI akan menerapkan pajak pada penjualan pulsa, kartu perdana, token listrik, dan voucher. 

Lalu apa kata Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan RI mengenai isu ini? 

Menurut Kepala Subdit Humas Ditjen Pajak Kementerian Keuangan RI Pajak Ani Natalia, tidak akan ada pajak baru yang dikenakan bagi masyarakat Indonesia per 1 Februari 2021. Sebab pengenaan pajak harus berdasarkan undang-undang dan atas persetujuan DPR RI. Sementara ini tidak ada pembuatan undang-undang pajak sebagaimana ramai diperbincangkan publik. 

“Nah ini tidak ada (pemungutan pajak baru-red). Makanya sangat menyesatkan kemarin (ketika ada yang bilang-red) ada pajak baru atau pulsa,” kata Ani saat menjadi pembicara dalam webinar the series Sobat Syber Indonesia dengan tema Pulsa Kartu Perdana Token dan Voucher Dikenakan Pajak?, Minggu (31/1/2021) malam. 

Ani mengatakan, saat ini secara ekonomi negara-negara di dunia, termasuk di Indonesia, sedang mengalami pelemahan. Dalam kondisi semacam ini menurutnya pemerintah tidak mungkin akan tambah membebani masyarakat dengan pengenaan pajak yang baru. 

“Bagaimana dengan token, voucher, dan yang lainnya? Sama saja (tidak ada pajak baru-red),” katanya. 

Kepala Seksi Peraturan PPN Jasa Ditjen Pajak Kementerian Keuangan RI Rusdi Yanis mengatakan, selama ini pemerintah sudah mengambil pajak dari sektor-sektor seperti pulsa, token listrik, kartu perdana, dan lainnya. Namun tidak ada yang memprotes. “Kita enggak menyadari selama ini,” katanya. 

Rusdi menuturkan, keluarnya PMK nomor 03 dilakukan agar ada kepastian hukum dan perbaikan administrasi. Sebab, tanpa ada PMK penarikan pajak di lapangan kerap bermasalah bahkan berujung sengketa yang menguras tenaga. (tohir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp