DaerahKota Serang
Trending

Ingat Ya! Pelanggar Tak Bayar Denda Tilang Elektronik Nomor Kendaraannya Bakal Diblokir

SERANG, BANTEN RAYA – Ditlantas Polda Banten akan melaksanakan uji coba tilang electronic traffic law enforcement (ETLE) atau tilang elektronik pada Maret 2021 mendatang. Bagi pelanggar yang tidak membayar denda, maka plat nomor kendaraannya bakal diblokir.

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Rudy Purnomo mengatakan pada awal Maret akan dilakukan uji coba dan sosialisasi ke masyarakat. Pada 4 April 2021, penerapan tilang elektronik mulai dilakukan.

“Alhamdulillah sudah kita siapkan (sarana dan prasaranan ETLE). Makanya kemarin kita berkoordinasi dengan Kejaksaan dan pengadilan. Tangga 4 April mulai diterapkan,” katanya kepada Banten Raya, Jumat (5/2/2021).

Menurut Rudy, ke depan tidak ada lagi polisi yang melakukan razia dijalan. Akan ada operator ETLE yang terus memantau pengendara selama 24 jam. Jika ada pelanggar, kepolisian akan mengirim bukti dan pasal apa saja yang dilanggar melalui Kantor Pos.

“Anggota 24 jam akan mengawasi, tilang kita kirim lewat Kantor Pos. Tapi untuk pelanggar kasat mata dan membahayakan, anggota masih bisa melakukan penilangan,” ujarnya.

Rudy mengungkapkan, jika pelanggar telah menerima surat pelanggaran yang dikirim melalui kantor pos, namun tidak membayar denda tilang ETLE sesuai dengan batas waktu yang ditentukan maka akan dilakukan pemblokiran untuk nomor kendaraan.

“Untuk itu kami minta kepada pemilik kendaraan yang sudah dijual kepada orang lain, segera melakukan konfirmasi kepada kami di Polda. Jika belum, maka surat pelanggaran akan datang alamat rumah pemilik kendaraan. Kalau batas waktu habis nanti kita akan melakukan pemblokiran,” ungkapmya.

Lebih lanjut, Rudy menegaskan pemblokiran akan dibuka kembali sampai denda tilang tersebut dibayarkan. Selain pembayaran melalui bank, pelanggar juga bisa mengikuti proses sidang di pengadilan.

“Prioritas pelanggarannya melebihi marka jalan, menerobos lampu merah, tidak menggunakan helm dan yang lainnya. Kita masih menggunakan denda tilang maksimal,” tegasnya.

Rudy mengungkapkan untuk tahap pertama, Ditlantas Polda Banten akan menerapkan ETLE disepanjang jalur Protokol Kota Serang. Itu mulai dari Jalan Ahmad Yani hingga Simpang Empat Pisang Mas, dan ked epannya akan diperluas secara bertahap ke wilayah lainnya. 

“Ada tiga titik. Untuk setiap titik 3 CCTV, total semuanya 9 CCTV,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan diberlakukannya ETLE ini, interaksi antara polisi lalu lintas dan masyarakat dalam pemberian hukuman tilang kerap menimbulkan penyimpangan dapat diminimalisasi.  

“Ini juga bagian dari program 100 hari Kapolri (Jendral Listyo Sigit Prabowo),” tuturya. (darjat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp