DaerahKota Serang
Trending

Jangan Buang Sembarangan! Di Kota Serang Sampah Bisa Dipakai untuk Bayar Pajak

SERANG, BANTEN RAYA- Sekarang, warga Kota Serang bisa membayar tagihan surat pemberitahuan pembayaran tahunan pajak bumi dan bangunan (SPPT-PBB) dengan sampah anorganik. Adapun jenis sampah yang diterima adalah seperti kertas, plastik, botol, besi, dan lainnya. 

Hal tersebut terungkap pada acara launching bank sampah digital di RT 03/11, Perumnas Ciracas Indah, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Kamis (8/4/2021). 

Walikota Serang Syafrudin mengapresiasi inovasi bank sampah digital tersebut. Sebab, hadirnya bank sampah itu dapat mengurangi sampah dari hulu sebelum dibuang ke TPSA Cilowong, Kecamatan Taktakan.

 “Baru saja kami melaunching bayar SPPT PBB dengan sampah. Ya luar biasa ini,” kata Syafrudin, kepada Banten Raya.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan dari koordinator bank sampah digital, di Kecamatan Serang ini sudah ada 37 bank sampah. Kemudian se-Kota Serang sudah ada 70 bank sampah. “Ini baru satu komunitas,” ungkapnya.

Syafrudin berharap, ke depan bank sampah bisa dikembangkan di seluruh kecamatan dan kelurahan. Bahkan, pihaknya berharap satu RT terdapat satu bank sampah, sehingga pembuangan sampah ke tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) menjadi berkurang. Pasalnya, sampah juga ternyata menghasilkan nilai ekonomi, sehingga sampah menjadi berharga. 

“Mudah-mudahan di kecamatan dan kelurahan lain ini bisa mencontoh, dan mudah-mudahan bank sampah ini bisa dikembangkan lagi, sehingga bank sampah di Kecamatan Serang tidak hanya 37 bank sampah,” harapnya.

Camat Serang Farach Richi menjelaskan, penangan sampah menjadi pekerjaan rumah (PR) pertama sejak dirinya menjabat sebagai camat di Kecamatan Serang.

“Atas amanah itu saya melakukan pemetaan di Kecamatan Serang. Dari hasil pemetaan saya menggandeng komunitas bank sampah yang ada di Serang, tujuannya untuk menangani sampah dari hulu,” kata Farach.

Selain menggandeng komunitas bank sampah, sambung dia, pihaknya pun langsung membentuk tim reaksi sampah liar. Dalam membentuk tim tersebut, pihaknya melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Namun, budaya masyarakat membuang sampah secara sembarangan masih tidak bisa dihindarkan. 

“Mudah-mudahan dengan bekerja sama dengan bank sampah ini, dapat mengubah pola pikir masyarakat, dan cita-cita Kota Serang untuk bebas sampah bisa terwujud,” harapnya.

Sementara itu, CEO Bank Sampah Digital Iyadullah menjelaskan, syarat warga yang ingin membayar SPPT-PBB harus menjadi nasabah bank sampah terlebih dahulu dengan melampirkan KTP dan SPPT-PBB. Kemudian hasilnya bisa dicairkan secara langsung saat penimbangan atau ditabung. Adapun jenis sampah yang diterima adalah seperti kertas, plastik, botol, besi, dan lainnya. 

“Kalau ditabung ada berbagai jenis tabungan. Ada tabungan uang, umroh, akikah, sembako, token, pulsa, qurban, emas. Dan yang terbaru adalah tabungan pembayaran SPPT-PBB,” kata Iyadullah.

Ia menargetkan, setiap RT se-Kota Serang memiliki bank sampah agar TPSA tidak memiliki banyak beban sampah. Artinya, hanya sisa sampah yang dibuang ke TPSA Cilowong.

“Kami juga nanti akan koordinasikan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang agar bank sampah ini terus berkembang. Kepada masyarakat juga supaya berkembang karena sampah juga bisa bernilai ekonomis,” kata dia. (harir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp