DaerahKota Serang
Trending

Jelang Ramadan, Tempat Hiburan Diminta Ditutup Permanen

SERANG, BANTEN RAYA- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang bersama organisasi masyarakat Islam, perwakilan pedagang, dan pelaku usaha se-Kota Serang meminta Pemkot Serang menutup paksa lokalisasi atau tempat hiburan yang tidak memiliki izin atau tidak sesuai dengan perizinan di Kota Serang selama Ramadan secara permanen. Hal ini dilakukan untuk menghormati kesucian bulan puasa umat muslim tersebut.

Demikian salah satu resolusi Ramadan tahun 2021 yang merupakan kesepakatan dalam rapat koordinasi MUI Kota Serang bersama ormas Islam, pedagang, dan pelaku usaha di Kota Serang tahun 2021 masehi atau 1442 hijriah yang digelar di aula Setda Kota Serang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis (8/4/2021).

“Kami minta Pemkot Serang dan Polres Serang Kota untuk melakukan upaya penutupan paksa dan permanen terhadap lokalisasi penyakit masyarakat. Tempat-tempat hiburan yang tidak memiliki izin dan atau yang tidak sesuai dengan perizinan dan peruntukannya di seluruh wilayah hukum Kota Serang,” ujar Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tadjuddin.

Ia memaparkan, resolusi Ramadan sendiri seluruhnya memiliki 8 poin. Isinya adalah imbauan dan dorongan, baik kepada masyarakat secara umum maupun lembaga negara di daerah. Dalam resolusi itu, selain meminta masyarakat agar melaksanakan ibadah berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, juga meminta Pemkot Serang menertibkan para pedagang makanan dan minuman seperti restoran, rumah makan, warung nasi, dan lain sebagainya. Itu termasuk yang berjualan di mal untuk tidak buka pada pagi sampai siang hari selama bulan suci Ramadan.

“Kami juga meminta pihak terkait tidak memberikan izin penggunaan tempat umum seperti Alun-alun dan stadion serta pusat perbelanjaan untuk kegiatan yang berpotensi mengganggu kekhusyuan pelaksanaan ibadah puasa seperti konser musik dan semacamnya,” katanya.

Amas mengatakan, pihaknya juga mengimbau seluruh umat Islam yang ada di Kota Serang untuk membayar zakat infaq dan sodaqoh termasuk zakat fitrah. Pembayaran akam diarahkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Serang.

Asda I Kota Serang Anthon Gunawan mengatakan, isu yang disampaikan akan dibawa di rapat Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) yang diagendakan digelar pada Senin mendatang. Termasuk mempersiapkan imbauan bagi umat Islam dan pelaku usaha kuliner dan pengelola tempat hiburan selama bulan Ramadan seeperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Mengenai surat imbauan Walikota Serang untuk Ramadan, ia menargetkan hal itu sudah disebar kepada pemilik rumah makan dan restoran serta pelaku usaha makanan lain sebelum masuk bulan puasa. Adapun sanksi bagi pelanggar aturan Ramadan bagi pelaku usaha bisa saja penutupan permanen agar menimbulkan efek jera. “Ini akan bisa jadi warning bagi yang bandel,” ujarnya. (tohir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp