Kota Serang
Trending

Jumlahnya Makin Banyak, Walikota Instruksikan Satpol PP Razia Manusia Silver

SERANG, BANTEN RAYA- Walikota Serang Syafrudin akan memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan razia terhadap manusia silver yang kini keberadaannya semakin marak. Ia mengklaim pihaknya rutin melakukan penertiban terhadap manusia silver.

“Sebetulnya minggu lalu sudah dirazia, makanya sekarang sudah agak mendingan, tapi memang masih ada. Nanti saya akan perintahkan lagi Satpol PP untuk melakukan razia manusia silver,” ujar Syafrudin, ditemui di Puspemkot Serang, Kamis (4/3).

Ia menyebutkan, keberadaan manusia silver bukan hanya ada di Kota Serang saja, tapi juga ada di beberapa daerah lain. “Di Cilegon juga ada, Kabupaten Serang ada, jadi bukan hanya di Kota Serang, bahkan di semua daerah pun ada. Ya nanti akan saya minta tertibkan lagi,” ucap dia.

Sebagian besar manusia silver merupakan anak di bawah umur, dan rata-rata masih usia sekolah. Sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Serang pun akan melakukan penertiban dan mengembalikan anak-anak tersebut kepada orang tuanya. “Iya apalagi kan sekarang karena sekolah lagi libur, tidak sekolah, mereka (anak-anak) jadi manusia silver,” katanya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Serang Kusna Ramdani mengatakan, pihaknya telah menempatkan petugas di tiap persimpangan jalan untuk mencegah adanya manusia silver dan gepeng. “Sudah kami tempatkan di lampu merah, pokoknya ada lima pos jaga dari Satpol PP untuk meminimalisir manusia silver,” ungkap Kusna.

Ia juga mengaku bahwa Satpol PP Kota Serang sudah sering melakukan razia terhadap manusia silver, namun mereka tetap kembali ke jalan dengan alasan faktor ekonomi. “Padahal sudah kami beri arahan dan sebagainya. Tapi memang harusnya ada tindakan juga dari dinas lainnya untuk diberikan pembinaan,” kata dia.

Menurut Kusna, berdasarkan keterangan dari manusia silver yang terjaring razia, mereka mengaku bukan warga Kota Serang. “Rata-rata bukan orang Kota Serang, banyaknya orang Lampung, dan Pandeglang. Tapi kami akan kami tertibkan, jadi sepanjang jalan protokol sudah ada pos jaga kami,” ucapnya.

Ia mengakui bahwa ada beberapa titik lainnya yang tidak mendapat penjagaan, seperti di simpang empat Warung Pojok (Warjok), Boru, dan titik lainnya. “Karena memang kami ada keterbatasan anggota. Walau pun begitu kami tetap melakukan patroli rutin, selama seminggu ini memang rutin,” tegas dia. (harir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp