DaerahKota Serang
Trending

Kanal Banten Lama Minim Pengaman, Berpotensi Telan Korban Lagi

SERANG, BANTEN RAYA- Kanal Banten Lama yang masih dalam proses pembangunan rawan dimasuki anak-anak dan berpotensi membahayakan mereka. Sebab, tidak ada pengaman berupa seng atau semacamnya yang menutup area ini agar tidak dapat dimasuki anak-anak.

Seperti diketahui, pada Jumat (4/6/2021) kemarin, empat anak tenggelam di kanal ini, dan tiga di antaranya meninggal dunia.

Pantauan bantenraya.com di lapangan, kanal yang berada di sebelah timur Benteng Surosowan itu seperti baru selesai dibangun. Namun masih ada sejumlah titik yang perlu dilakukan sentuhan akhir. Di lokasi di mana empat anak-anak tenggelam, pinggiran kanal tampak masih berupa tanah dan belum ditutup dengan tegel.

Tidak ada penghalang berupa seng atau semacamnya yang mencegah seseorang masuk ke kanal. Lokasi itu sangat mudah dimasukin orang, termasuk anak-anak.

Sebelumnya, ketika pertama kali penggalian kanal, lokasi ini ditutup menggunakan penutup. Sehingga tidak ada yang bisa masuk kecuali melalui pintu keluar-masuk kendaraan proyek. Namun setelah setengah jadi, penghalang itu pun ditiadakan. Hanya ada peringatan bahaya berupa tulisan kecil bertuliskan “Bahaya. Kedalaman 3 Meter. Dilarang berenang” yang dipasang di sejumlah tiang kanal.

Damyati, salah seorang pedagang bakso yang lokasi berjualannya persis di depan kanal mengatakan, hampir setiap sore ada anak-anak yang bermain di kanal yang memiliki kedalaman tiga meter itu. Anak-anak itu umumnya merupakan warga sekitar. “Kadang ada sampe tujuh anak,” katanya, Minggu (6/6/2021).

Ia menuturkan, para pedagang seperti dirinya sebetulnya sudah cukup sering memperingatkan dan melarang anak-anak itu untuk berenang dan bermain di kanal. Namun, peringatan dan larangan itu biasanya tidak digubris. “Bahkan kadang malah nyiramin pake aer,” ujarnya.

Damyati mengungkapkan, sebelumnya pada proyek pengerjaan Terminal Banten Lama yang berada di Kawasan Penunjang Wisata Banten Lama, dua anak juga tenggelam dan meninggal dunia. Sehingga menurutnya, seharusnya pada proyek selanjutnya harus lebih berhati-hati dan menutup celah kemungkinan dari masuknya anak-anak ke lokasi proyek.

Menurutnya, pada hari kejadian Jumat sore tidak ada pedagang yang berjualan. Padahal, di sepanjang depan kanal ada banyak gubuk pedagang. Para pedagang itu berjualan pada Kamis malam karena Banten Lama biasanya ramai pada malam Jumat. Pada siang dan sore hari Jumat sepi sehingga tidak ada pedagang yang menyaksikan kejadian itu.

Sementara itu, Ali Misri, ayah dari Ayu (9 tahun), salah seorang korban yang meninggal dunia di kanal mengatakan, saat kejadian ia sedang tidak ada di rumah karena sedang bekerja. Karena itu Ali tidak mau berbicara banyak karena tidak mengetahui secara persis kejadian itu.

BACA JUGA: 3 Bocah Tewas Tenggelam di Proyek Kanal Banten Lama

Lurah Banten, Kecamatan Kasemen, Hizbulloh mengatakan, ia melihat kecelakaan yang menyebabkan tiga anak meninggal dunia merupakan kelalaian dari kontraktor. Sebab lokasi pembangunan kanal masih dalam proses pembangunan, sehingga pemborong harus bisa memastikan lokasi proyek menjadi lokasi yang aman.

“Saya melihat ini unsur kelalaian dari kontraktor,” katanya.

Hizbulloh menuturkan, Muspika Kecamatan Kasemen sudah mendesak pihak kontraktor agar segera membuat lokasi proyek lebih aman. Sehingga tidak ada lagi korban lain yang berjatuhan setelah adanya tiga anak yang tenggelam dan meninggal dunia. (tohir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp