Kota Serang

Ketua Panitia Sepakbola Tarkam di Kota Serang Jadi Tersangka

SERANG, BANTEN RAYA- MTR (36), ketua panitia pertandingan sepakbola antar kampung (tarkam) di Lapangan Geraha Cibogo, Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Reskrim Polres Serang Kota. MTR jadi tersangka karena dinilai terbukti melakukan pelanggaran protokol kesehatan pada masa pandemi virus korona (Covid-19).

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Serang Kota terkait perkara kerumunan massa yang tidak menerapkan protokol kesehatan dalam pertanding final Kerbau Cup di Kecamatan Walantaka belum lama ini.

“Jumat (11/12), penyidik telah melakukan gelar perkara dan menetapkan ketua panitia berinisial MTR sebagai tersangka,” katanya kepada Banten Raya, Minggu (13/12).

Menurut Edy, penetapan tersangka itu setelah penyidik menyakini beberapa alat bukti, dan keterangan sejumlah saksi. Total pemeriksaan atas kasus itu sebanyak 12 orang saksi di antaranya panitia, peserta kompetisi, termasuk ahli pidana. “Kita juga sudah mengamankan beberapa barang bukti terkait kejadian pelanggaran protokol kesehatan saat turnamen,” ujarnya.
Edy menambahkan, MTR akan dijerat pasal 14 ayat 1 Undang-undang nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit dengan ancaman pidana penjara 1 tahun jo pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang karantina kesehatan dengan ancaman pidana 1 tahun dan denda Rp100 juta jo pasal 216 KUHP.

“Tersangka juga dianggap telah melawan perintah petugas yang sedang melaksanakan tugas. Untuk saat ini tersangka belum ditahan karena ancamannya di bawah 5 tahun,” tambahnya.

Edy menjelaskan, dalam penanganan perkara itu tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka tambahan, jika ditemukan adanya petunjuk baru dalam kasus yang menyebabkan Kapolsek Walantaka dicopot oleh Kapolda Banten tersebut.

“Sementata ini satu orang yang ditetapkan tersangka. Hari Senin (14/12) yang bersangkutan kita panggil dengam statusnya sebagai tersangka,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Edy mengimbau kepada masyarakat agar tidak melaksanakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa. Apalagi tidak menerapkan protokol kesehatan, karena dikhawatirkan terjadi penyebaran virus korona.
“Saya imbau semua pihak mematuhi protokol kesehatan dengan senantiasa menggunakan masker, jaga jarak aman dengan orang lain dan selalui membiasakan diri mencuci tangan serta menjauhi kerumunan manusia,” ujarnya.

Diketahui, pada Rabu (2/12) lalu berlangsung pertandingan sepakbola antar kampung (tarkam) di Lapangan Cibogo, Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Pertandingan laga final Kerbau Cup 2020 antara tim Jaga Ripuh dan Jaga Ireng itu ditonton ribuan masyarakat dengan mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Imbas dari pertandingan sepakbola itu, Kapolsek Walantaka dicopot dari jabatannya oleh Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar, karena dianggal abai dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah hukumnya. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: