Kota Serang
Trending

Keuntungan Kerja Sama Sampah Harus Kembali ke Penataan TPAS Cilowong

SERANG, BANTEN RAYA – Keuntungan dari kerjasama pengelolaan sampah antara Pemerintah Kota Serang dengan Pemerintah kota Tangerang Selatan (Tangsel) harus kembali untuk penataan TPAS Cilowong. Sebab penataan TPAS Cilowong adalah kebutuhan yang sangat mendesak bagi Kota Serang saat ini.

Diketahui pasca longsor besar yang menimpa TPAS Cilowong pada 2019 yang lalu mengakibatkan sejumlah fasilitas pengelolaan sampah di TPAS Cilowong rusak. Beberapa di antaranya yang rusak itu adalah akses jalan menuju lokasi pembuangan sampah dan tempat penampungan air lindi.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Serang Khoeri Mubarok mengatakan, keuntungan yang dihasilkan dari kerjasama pengelolaan sampah antara Pemerintah Kota Tangsel dengan Pemerintah Kota Serang harus kembali pada skema awal yaitu penataan TPAS Cilowong agar menjadi lebih baik. Diketahui selama ini penataan TPAS Cilowong tidak dapat dilakukan secara maksimal lantaran tidak adanya keberpihakan anggaran kepada pengelolaan TPAS Cilowong. Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah pusat juga tidak menaruh perhatian serius pada perbaikan TPAS Cilowong. Karena itu ketika ada kerjasama antar daerah yang menghasilkan keuntungan finansial maka keuntungan itu harus dikembalikan untuk menata TPAS Cilowong agar lebih baik.

“Kami minta keuntungan dari kerja sama itu dikembalikan untuk program penataan TPAS Cilowong,” kata Heri, Minggu (16/6).

Heri mewanti-wanti agar keuntungan kerjasama pengelolaan sampah itu tidak lari kepada program lain selain penataan TPAS Cilowong. Keuntungan kerjasama pengelolaan sampah itu menurutnya mutlak 100 persen harus kembali lagi untuk menata TPAS Cilowong melalui berbagai bentuk program. Baik perbaikan secara fisik TPAS Cilowong maupun program sosial bagi warga sekitar yang terdampak.

“Kami sudah sampaikan ini dalam rapat di dewan,” kata Heri.

Politisi Partai Gerindra ini mencontohkan bila ada kebutuhan bagi pengelolaan TPAS Cilowong untuk membangun jalan, maka keuntungan dari kerjasama sampah itu bisa saja dititipkan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang namun tempat (lokus) pembangunan jalannya tetap dilakukan di areal TPAS Cilowong tidak di tempat lain. Begitu pula Ketika ada kebutuhan untuk pembangunan bronjong yang berguna sebagai penahan longsor maka meski pelaksanaan pembangunannya dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) lain namun lokasi lokus pembangunannya tetap harus berada di TPAS Cilowong guna menunjang perbaikan pada TPAS warisan dari Pemerintah Kabupaten Serang itu.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang Ipiyanto mengatakan, dalam kerjasama pengelolaan sampah antara Pemerintah Kota Tangsel dengan Pemerintah Kota Serang telah disepakati sejumlah poin yang intinya akan lebih banyak program yang dibuat untuk menata TPAS Cilowong. Ia mengatakan, sejak semula ketika ada tawaran kerja sama ini ia meminta kepada Pemerintah Kota Tangsel agar lebih banyak membantu penataan TPAS Cilowong. Karena itu ia tidak ingin bila kerjasama ini hanya menitikberatkan pada retribusi sampah yang nilainya menurutnya tidak seberapa.

Sehingga di luar uang retribusi sampah itu ia menginginkan ada semacam bantuan dari Pemerintah Kota Tangsel sebagai bentuk ucapan terima kasih Kota Tangsel yang ditolong oleh Pemerintah Kota Serang karena membantu dalam mengelola sampah mereka selama TPA milik Pemerintah Kota Tangsel diperbaiki akibat adanya longsor maka selama itu Pemerintah Kota Tangsel diminta untuk ikut dalam menata TPAS Cilowong. Sebab bila TPAS Cilowong dalam kondisi baik maka pengolahan sampah dari Kota Tangsel pun akan bisa menjadi lebih baik. (tohir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp