DaerahKota Serang
Trending

Khawatir Barang Berharga Raib, Warga Kompleks Untirta Pilih Bertahan di Dalam Rumah yang Kebanjiran

SERANG, BANTEN RAYA – Meski kediamannya diterjang banjir, warga Perumahan Komplek Untirta, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, memilih bertahan di rumahnya masing-masing. Mereka enggan mengevakuasi diri lantaran banyak barang berharga di rumahnya.

Pantauan Banten Raya di lokasi, sejumlah warga yang hendak melakukan aktivitas keluar rumah terpaksa menggunakan perahu dari BPBD Kota Serang dan BPBD Provinsi Banten.

Warga Komplek Untirta RT 01 Blok A, Faris mengatakan, sekitar pukul 08.00 WIB air masuk ke dalam rumahnya dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter atau di atas mata kaki orang dewasa. Ia bersama ibunya tetap memilih bertahan di rumah, meski banjir merangsek ke kediamannya. 

“Ngeri juga takut barang-barang berharganya ada yang hilang. Kalau ngungsi juga gimana ya ada barang-barang, khawatir. enggak bisa kita tidak tinggalin. Jadi tetap memilih bertahan di rumah sampai menunggu air surut. Tapi belum tahu kapan surutnya,” ujar Faris, ditemui di rumahnya.

Untuk barang-barang berharganya, ia mengaku sudah mengevakuasi ke tempat yang lebih aman. 

“Kalau alat-alat elektronik, berkas sudah dievakuasi ke tempat yang tinggi dari semalam. Jam 07.00 WIB dinaikin,” ucap dia.

Faris menuturkan, bila kondisi debit air terus pasang dan naik, maka tidak ada pilihan terpaksa harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. 

“Biasanya kalau airnya sudah sepaha baru ngungsi ke Masjid Babul Magfiroh. Itu pernah kejadian tahun 2004, 2013, dan 2014,” ungkap Faris.

Ia berharap pemerintah daerah setempat menangani permasalahan banjir yang rutin terjadi di perumahannya. Pasalnya, hampir tiap tahun saat musim hujan tiba komplek kerap dilanda banjir.

“Kami minta cepat ditangani banjir ini supaya gak banjir tiap tahun terjadi lagi, soalnya sudah sering. Pernah ada dewan, ada dari pemerintah cuman ngontrol doang enggak ada solusinya,” tandasnya. 

Hampir serupa dikatakan warga Komplek Untirta RT 01 lainnya Godel. Kata dia, sejak pukul 06.00 WIB banjir sudah meluap ke permukiman warga hingga masuk ke rumahnya mencapai ketinggian 50 sentimeter. Terpaksa barang-barang berharga miliknya pun dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi.

“Tapi anak dan istri saya masih tetap di rumah, karena ada barang-barang,” kata Godel. (harir)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp