Kota Serang
Trending

KPK Sambangi Kota Serang, Ada Apa?

SERANG, BANTEN RAYA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, tepatnya di Aula Setda lantai 3, Puspemkot Serang, Kota Serang, Kamis (4/3/21). Kunjungan lembaga anti rasuah ini terkait monitoring center for prevention (MCP).

Meskipun monitoring center for prevention (MCP) naik, namun Kota Serang harus puas berada di dasar klasemen dari delapan kabupaten kota se Provinsi Banten. Adanya penurunan peringkat ini, karena nilai dua indikatornya mengalami penurunan. Hal ini diketahui usai rapat koordinasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di wilayah Pemkot Serang Bersama KPK RI.

Mereka disambut oleh Walikota Serang Syafrudin, Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin, Sekda Kota Serang Nanang Saefudin, dan pejabat terkait di lingkup Pemkot Serang.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, sejatinya MCP Kota Serang pada tahun 2019 memperoleh nilai 63 persen. Ada kenaikan 6,55 persen di tahun 2020 kemarin, yaitu mencapai 69,55 persen. Secara nasional ada kenaikan, namun Kota Serang berada di urutan paling buncit dari delapan kabupaten kota se-Provinsi Banten dalam hal pengelolaan anggaran dan pencegahan korupsi.

Ia menjelaskan, adanya penurunan peringkat ini adalah pelayanan terpadu satu pintu dari penilaian 78 persen menjadi 61 persen, turun 14 persen. Kemudian optimalisasi pajak dari 85 persen menjadi 51 persen.

“Jadi dua poin itu yang mengalami penurunan. Dua poin ini menjadi rata-rata penilaian 69,55 persen. Jadi sekalipun naik MCP-nya tapi Kota Serang berada di urutan buncit kabupaten kota se Provinsi Banten,” ujar Syafrudin, kepada Banten Raya, usai rapat.

Syafrudin menerangkan, alasan penilaian pelayanan terpadu satu pintu menjadi merosot lantaran gedung Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang mengalami kerusakan yang terjadi pada tahun 2020 kemarin, sehingga pelayanan tersebut menjadi dua pintu.

“Yang lebih menonjol ini pelayanan terpadu satu pintu, karena gedungnya (DPMPTSP -red) waktu itu mengalami rusak sehingga tidak satu pintu, jadinya dua pintu,” terangnya.

Untuk mengatasi hal itu, Syafrudin mengatakan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi dan melengkapi beberapa kekurangan yang menjadi perhatian. Mulai dari laporan kekayaan para pejabat, managemen aset, sampai pelayanan terpadu satu pintu.

“Evaluasi kemarin sudah dilakukan oleh pak Sekda. Artinya yang menjadi kekurangan ini segera akan dilengkapi. Contohnya laporan kekayaan dari masing-masing para pejabat tahun kemarin itu hanya satu orang nilainya 99 persen,” kata Syafrudin.

Ia menyebutkan, Pemkot Serang juga mengalami kenaikan penilaian antara lain perencanaan anggaran APBD dari 70 persen menjadi 76 persen naik 6 persen. Kapabilitas APIP dari 48 persen menjadi 78 persen. Manajemen aset dari 64 persen menjadi 71 persen.

“Pengadaan barang dan jasa bagus-bagus dari 42 persen menjadi 63 persen. Manajemen ASN dari 53 persen menjadi 84 persen,” tandasnya. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp