DaerahHukum & KriminalKota Serang
Trending

Lama Mengendap, Kasus Kerumunan Sepak Bola Akhirnya Dilimpahkan ke Kejaksaan

SERANG, BANTEN RAYA – Setelah hampir 7 bulan mengendap, kasus kerumunan massa sepak bola antar kampung (Tarkam) di Lapangan Geraha Cibogo, Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang pada Desember 2020 lalu, dengan tersangka ketua panitia berinisial MTR akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang.

Kasatreskrim Polres Serang AKP M Nandar mengatakan pihaknya telah melimpahkan berkas, tersangka dan barang bukti ke Kejari Serang.

“Sudah p21 (lelimpahan ke Kejaksaan-red),” katanya kepada bantenraya.com, Jumat (18/6/2021).

Menurut Nandar, dalam penyidikan tidak ditemukan adanya bukti baru yang dapat menjerat tersangka baru. Dengan begitu, ketua panitia menjadi pelaku tunggal.

“Enggak, hanya satu, karena dia menghasut (panitia lainnya),” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Serang Yogi Wahyu Buana membenarkan jika pihaknya telah menerima pelimpahan berkas, kasus kerumunan sepak bola tersebut.

“Sudah, cuma masih kita teliti berkasnya,” katanya.

Untuk diketahui, pada Rabu (2/12/2021) sore ribuan penonton sepakbola antar kampung (Tarkam) di Lapangan Cibogo, Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Peristiwa tersebut terekam dalam laga final Kerbau Cup 2020 antara tim Jaga Ripuh dan Jaga Ireng.

Pertandingan sepakbola itu juga berimbas ke Kapolsek Walantaka. Dimana Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar langsung mencopot AKP Masruri dari jabatannya, karena dianggal abai dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah hukumnya.

Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel

 

Pada Jumat (11/12/2021) kepolisian menetapkan MTR (36) ketua panitia Sepakbola antar kampung di Lapangan Geraha Cibogo, Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang ditetapkan sebagai tersangka. Setelah kepolisiam melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi.

Dalam kasus ini, MTR akan dijerat Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit dengan ancaman pidana penjara 1 tahun jo Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dengan ancaman pidana 1 tahun dan denda Rp 100 juta jo Pasal 216 KUHP. (darjat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp