DaerahKota SerangWisata & Kuliner
Trending

Lolos Penyekatan, Wisatawan Asal Tangerang Liburan di MBS Kota Serang

SERANG, BANTEN RAYA – Wisatawan asal Kronjo, Kabupaten Tangerang berhasil berlibur Lebaran di objek wisata Mahoni Bangun Sentosa (MBS) di Lingkungan Cideheng, Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang, Sabtu (15/5/21). Mereka diduga lolos dari penyekatan aparat kepolisian pada arus mudik dan balik Idul Fitri 1442 Hijriah.

Berdasarkan pantauan Banten Raya di MBS, wisatawan asal Kronjo, Kabupaten Tangerang, itu datang bersama keluarganya. Mereka tengah asyik melakukan sesi foto bersama anggota keluarganya di salah satu spot di MBS.

Saat wartawan menanyakan perihal asal muasal dari mana. Salah seorang wisatawan yang diketahui berjenis kelamin laki-laki itu memberikan jawaban.

“Saya dari Kronjo. Ya pengen ke sini saja,” jawab bapak berkacamata dan mengenakan topi itu sambil bergegas pergi meninggalkan wartawan.

Salah seorang pengelola MBS Alit Mahesa menjelaskan, perihal adanya pengunjung dari luar daerah Serang termasuk dari wilayah aglomerasi yang berlibur di MBS itu bukan kewenangannya.

BACA JUGA: Pengunjung MBS Kota Serang Melonjak 100 Persen

“Kemarin kita juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Disparpora Pak Yoyo Wicahyono terkait pengunjung dari luar daerah. Itu bukan kewenangan MBS (objek wisata), tapi itu kewenangannya polisi yang bertugas melakukan penyekatan,” jelas dia.

Pihaknya mengaku sedikit kesulitan jika wisatawan dari daerah aglomerasi masuk ke objek wisatanya. Sebab, pihaknya tidak bisa mengecek identitas pengunjung secara satu persatu. 

“Iya dari kondisi jalan penyekatannya itu yang menjadi kewenangan kepolisian. Karena kalau bicara mobil plat nomor leter B banyak juga warga lokal Serang dan sekitarnya yang memiliki kendaraan plat nomor leter B,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Curug AKP Dedi menjelaskan, terkait adanya pengunjung dari daerah aglomerasi yang lolos penyekatan, itu terjadi karena mungkin pada saat penyekatan dilakukan tidak terlalu ketat sehingga bisa lolos.

“Kalau seperti itu ya karena mungkin di penyekatan saringannya tidak terlalu ketat. Bisa jadi karena sedang istirahat atau seperti apa akhirnya ada yang lolos,” ungkap Dedi.

Untuk tindaklanjutnya, pihaknya terus melakukan monitoring ke wisatawan tersebut. Sebab, dikhawatirkan pengunjung tersebut membawa virus korona dari luar.

“Terus kita lakukan monitoring saja. Kalau di-thermo gun hasilnya bagus ya, karena swab di sini tidak dilakukan. Enggak seperti dilakukan di bandara dan pelabuhan,” terang dia.

Dedi menambahkan, pihaknya tidak meminta kepada setiap pengunjung untuk menunjukkan hasil tes antigen. 

“Karena di sini tidak dilakukan pengecekan orang mana dari mana. Dicek jumlah orangnya saja lalu dikasih tiket. Tidak ditanya dari mananya,” tuturnya.

Perihal ditemukan kendaraan berplat nomor B, “Itu tidak diputar balik karena KTP-nya KTP Serang. Jadi leter B tapi KTP Serang,” tandas Dedi. 

BACA JUGA: Gubernur Terbitkan Instruksi, Seluruh Destinasi Wisata di Banten Ditutup Mulai Malam Ini

Dedi menjelaskan, untuk penerapan prokes mulai dari masuk pintu gerbang ada tempat cuci tangan. Setiap pengunjung juga diwajibkan pakai masker, pengecekan suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer. 

“Jadi sudah dilakukan penerapan prokes seperti itu. Kemudian di dalam juga menjaga jarak. Tempat duduk yang harusnya empat hanya untuk dua orang. Kemudian mengurangi mobilitasnya juga sudah dilakukan yaitu dengan di tempat itu atau tidak berlalu-lalang,” pungkas dia. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp