DaerahHukum & KriminalKota Serang
Trending

LPA Desak Polisi Dalami Keterlibatan Ibu yang Relakan Anak Digagahi Suaminya

SERANG, BANTEN RAYA – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten meminta kepada kepolisian untuk mendalami kasus pemerkosaan gadis di bawah umur oleh ayah tirinya AY (45) di Kota Serang. Terutama keterlibatan ibu kandungnya, ML (42) yang diduga merelakan anaknya digagahi sang suami karena merasa takut.

Ketua LPA Banten Muhammad Uut Lutfi mengatakan, jika dilihat dari pernyataan saksi, diduga kuat ikut terlibat dalam kasus pencabulan anak di bawah umur tersebut. Untuk itu, polisi harus mendalami keterlibatan ibu kandungnya.

“Saya mendorong pihak penyidik untuk melakukan penyelidikan yang mendalam dan komprehensif agar terang benderang keterlibatan ibu kandung dari korban. Apakah ubunya menyuruh atau membiarkan anaknya berhubungan dengan suaminya,” katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Uut, jika terbukti terlibat, maka ML atau sang ibu kandung dapat dikenai pasal yang sama dengan AY yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Pasal 81 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Atau ibu kandungnya ada upaya mengeksploitasi seksual, maka dapat dikenakan Pasal 88 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014,” ujarnya.

Lebih lanjut, Uut juga meminta kepada penegak hukum agar AY dihukum berat. Meski bukan ayah kandung, korban sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai orangtua.

“Mengingat yang diduga pelaku ini adalah ayah tiri dari korban maka ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana,” pintanya.

Uut mengungkapkan, meski perbuatan kedua orangtuanya cukup keterlaluan. Namun hukuman kebiri yang telah disahkan oleh Presiden Joko Widodo tidak dapat diterapkan untuk menghukum keduanya.

“Aturan kebiri, hanya dijatuhkan bagi korbannya lebih dari satu, korban mengalami luka berat, gangguan jiwa,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Indra Feradinata mengatakan penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadapa ibu korban, dan masih melakukan pengembangan terhadap peran ibu korban,

“Kita masih periksa, sejauh mana keterlibatan ibunya,” katanya.

Menurut Indra, dalam pemeriksaan penyidik sedikit menyimpulkan, kasus pencabulan dan persetubuhan yang terjadi sejak 2017 itu merupakan permintaan tersangka AY dan istrinya tidak berani melawan atau menolaknya.

“Sebenernya ceritanya saja (keterangan korban-red), tetap bapaknya yang membujuknya. Ibunya berekonomi lemah sehingga nurut saja ke bapaknya (permintaan mengajak anak korban ke dalam kamar menonton ibu dan bapak tirinya berhubungan badan-red),” ujarnya.

Indra mengungkapkan penyidik juga masih melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang terkait perbuatan AY. Hal itu dilakukan untuk menentukan pasal yang dapat menjerat ibu korban.

“Kalau pasal khusus (Perlindungan Anak) untuk bapaknya yang melakukan perbuatannya, kan bapaknya. Kita liat unsurnya, yang mana pasalnya (Ibu korban). Makanya kita masih melakukan pemeriksaan dan koordinasi dengan kejaksaan,” ungkapnya. 

Diberitakan sebelumnua, Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang Kota berhasil mengorek informasi kasus pemerkosaan anak oleh bapak tirinya hingga melahirkan. Ibu korban, ML mengaku nekat mengajak anak kandungnya menonton dirinya dan suaminya hubungan badan, karena takut kepada suaminya. Disaat itu juga AY mencabuli anak sambungnya itu. (darjat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp