DaerahKesehatanKota Serang
Trending

Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang Gelar Salat Id Terbatas

SERANG, BANTEN RAYA – Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang bakal menggelar salat Idul Fitri 1442 Hijriah atau 2021 masehi dengan jumlah jemaah terbatas. Hal itu merupakan salah satu penerapan protokol kesehatan (prokes) guna mencegah penyebaran Covid-19.

Ketua DKM Masjid Agung Ats Tsauroh KH Ma’mun Sahroni mengatakan, pihaknya menggelar salat Id Fitri sesuai aturan Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) RI dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla bahwa jumlah jemaah dibatasi dari kapasitas masjid. 

“Sesuai aturan Menag dan Ketua DMI, DKM Ats Tsauroh menyiapkan kapasitas 50 persen jemaah,” kata Sahroni, dihubungi Banten Raya, via ponselnya, Rabu (12/5/2021).

Ia menjelaskan, untuk jemaah laki-laki akan mengisi ruangan dalam masjid. Sedangkan jemaah wanita mengisi tempat area pendopo masjid.

“Setiap saf baik laki-laki maupun perempuan jaraknya sekitar 1,5 meter,” jelasnya.

Selain itu, Sahroni menyebutkan, pihaknya pun menyiapkan hand sanitizer, masker bagi jamaah yang tidak sempat atau lupa membawa, pengecekan suhu tubuh dan penempatan fasilitas cuci tangan.

“Tapi kami menganjurkan jemaah sudah bermasker, dan sudah berwudu saat tiba di masjid, sehingga mengurangi kerumunan massa,” ucap dia.

Ia juga menyarankan untuk jamaah lansia dan sakit agar melaksanakan ibadah salat id Fitri di kediamannya masing-masing.

“Yang sakit, lansia, sesuai aturan Menag RI boleh salat di di rumah masing-masing,” terang Sahroni.

Sahroni menuturkan, pelaksanaan salat Id Fitri di Masjid Agung Ats Tsauroh akan dimulai pada pukul 06.30 WIB. 

“Kita singkat mudah-mudahan 30 menit solat id selesai. Selesai salat tidak dianjurkan salaman dan pelukan mengingat prokes,” tandas dia. 

Hal serupa pun dilontarkan Ketu DKM Masjid Jami Nurul Huda Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, M Isrotul Al Amin. Menurut Isro panggilan akrabnya, pihaknya tahun ini melaksanakan salat Id Fitri berjemaah, namun dengan pembatasan karena untuk menghindari penyebaran Covid-19.

“Insya Allah jemaah dikurangi hanya 50 persen dan berjarak sekitar 75-80 cm. Insya Allah prokes kita tingkatkan,” kata Isro, dihubungi Banten Raya, Rabu (12/5/21).

BACA JUGA: Pasangan Aje Kendor Tak Salat Id Bersama, Ini Masjid yang Bakal Dituju Masing-masing

Kendati demikian, pihaknya pun tetap menerapkan prokes ketat lainnya seperti pengecekan suhu bagi seluruh jemaah, memakai masker, penyediaan hand sanitizer dan masker.

“Kita juga menyarankan jemaah bawa sajadah masing-masing dari rumah dan tidak melakukan kontak erat setelah salat seperti bersalaman dan pelukan,” tutur dia.

Isro pun mengimbau kepada jemaah lansia dan tengah sakit agar tidak salat Ied Fitri berjemaah di masjid. “Khawatir ya karena mereka rentan. Maka kami sarankan di rumah aja,” katanya. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp