DaerahKota Serang
Trending

Masyarakat Gemar Bersedekah di Ramadan, Jumlah Gelandangan Diprediksi Meningkat Dua Kali Lipat

SERANG, BANTEN RAYA – Menjelang Ramadan 1442 Hijriah, keberadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Serang diprediksi bakal meningkat dua kali lipat. Sebab, momentum bulan suci tersebut kerap dimanfaatkan oleh banyak masyarakat muslim untuk bersedekah dan dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang Moch Poppy Nopriadi mengatakan, berdasarkan hasil pendataan saat ini terdapat 127 PMKS yang tersebar di Kota Serang. Mulai dari anak jalanan (anjal), manusia silver dan lain sebagainya. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada bulan puasa mendatang.

“Kalau mau bulan puasa intensitas PMKS memang bisa naik hampir dua kali lipat,” ujar Poppy, ditemui usai salat duhur di Puspemkot Serang, Kota Serang, Senin (5/4/2021).

Ia mengungkapkan, meningkatnya jumlah PMKS karena terdapat limpahan dari kota-kota besar, seperti Jakarta, Tangerang dan sekitarnya. Selain itu juga karena dalam momentum Ramadan banyak masyarakat yang ingin bersedekah tanpa melihat sosok yang disantuninya. 

“Memang biasanya seperti itu kalau bulan puasa, animo masyarakat untuk bersedekah jadi tinggi,” ucap dia.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar bersedekah ke lembaga terpercaya, atau orang-orang terdekat yang benar-benar membutuhkan uluran tangan. 

“Kita juga sudah mengingatkan kalau mau bersedekah ke lembaga, seperti Baznas atau yang lainnya. Bukan maksud menyudutkan tapi sebagian besar sekarang pengemis dalam tanda kutip memanfaatkan sisi kedermawanan,” katanya.

Selain itu, secara rutin pihaknya akan bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk merazia PMKS yang betebaran di Kota Serang. 

“Penanganan itu banyak, mereka dikasih ceramah kemudian diberikan pembinaan dengan memberikan aktivitas lain seperti kurus bengkel. Tapi karena anggarannya tidak ada, jadi hanya diberikan syok terapi saja, dua atau tiga hari kadang kembali lagi,” tutur Poppy.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Kusna Ramdani mengatakan, secara rutin Satpol PP Kota Serang terus menjaring sejumlah PMKS mulai dari manusia silver hingga pengamen di sejumlah titik di Kota Serang. Razia dilakukan karena aksi PMKS khususnya manusia silver dan pengamen melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat. Lalu juga melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2010 tentang Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan (K3).

“Keberadaan mereka ini penyakit masyarakat dan menggangu keindahan, karena mereka mangkal di setiap lampu merah. Ditambah lagi instruksi pak walikota, sehingga harus kita tertibkan,” kata Kusna. (harir) 

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp